Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Jason Arday, Profesor Muda Cambridge University yang Dulu Tak Bisa Baca Tulis hingga Usia 18 Tahun

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 28 Februari 2023 |08:03 WIB
Kisah Jason Arday, Profesor Muda Cambridge University yang Dulu Tak Bisa Baca Tulis hingga Usia 18 Tahun
Profesor Jason Arday/BBC
A
A
A

JAKARTA - Didiagnosis dengan autisme dan keterlambatan perkembangan umum di saat kecil, Jason Arday tidak bisa berbicara sampai usianya 11 tahun dan tak bisa menulis serta membaca hingga 18 tahun.

Kini di usia 37 tahun, dia akan menjadi pemuda kulit hitam termuda yang diberi gelar profesor di Cambridge University.

Meski belum bisa berbicara, Jason kecil selalu memiliki pertanyaan tentang dunia di sekitarnya.

"Mengapa ada orang yang tidak punya rumah dan hidup di jalan?" dia ingat pernah menanyakan itu. "Mengapa ada perang?"

Lahir dan besar di Clapham, di barat daya Kota London, Profesor Arday yang seorang sosiolog berkata beberapa momen terpenting dalam hidupnya adalah menyaksikan Nelson Mandela dibebaskan dari penjara dan melihat kemenangan simbolis Afrika Selatan di Piala Dunia Rugby pada 1995.

Dia mengingat bagaimana dirinya sangat tergerak oleh penderitaan orang lain dan merasakan dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement