JAKARTA - Pernahkah anda melihat replika dinosaurus di museum? Atau mungkin anda pernah melihat fosil dinosaurus langsung? Di dalam sejarah, diketahui dua sebutan yang saling bersambungan, tetapi berbeda. Sebutan tersebut ialah replika dan fosil.
Fosil dalam bahasa Latin: fossa yang berarti menimba keluar dari dalam tanah. Ilmu yang mendalami tentang fosil ialah paleontologi, cabang dari ilmu arkeologi.
Fosil merupakan serpihan-serpihan makhluk hidup yang terkubur di dalam tanah sepanjang ratusan tahun yang kemudian menjadi mineral atau batu.
Karena fosil terkubur lama dengan sedimen di dalam tanah, pastinya bentuk fosil sudah tak utuh kembali, butuh waktu yang lama untuk menggabungkan sisa-sisa tulangnya dan nyaris tak mungkin merancangnya kembali.
Nah, disinilah peran replika, yang membentuk tiruan dari bentuk makhluk atau hewan yang telah ditemukan berubah menjadi fosil.
Bertepatan dengan kemajuan teknologi, replika pun juga sering digunakan menjadi souvenir ataupun barang jualan lainnya (merchandise).
Lantas, apa bedanya dengan replika?
Replika merupakan bentuk salinan dan kegunaannya yang persis sama dari sebuah barang, alat, ataupun hal lainnya.
Biasanya, Replika dipakai dan dibuat sebagai ilmu pengetahuan, pada penjelasan kali ini, yakni berkaitan dengan bidang sejarah. Misal, replika manusia purba yang diabadikan di museum.
(Natalia Bulan)