Bentuk bangunannya sendiri tidak terlalu besar, yang didominasi oleh warna merah dan kuning. Ada dua patung singa dan ornamen khas China di bagian depan klenteng.
Pada bagian atas terdapat Hiolo yang dihiasi dengan kepala naga. Ruang utama berisi altar bagi umat Buddha yang ingin menyembah patung Dewa Thian San Seng Boo.
Sisi kanan klenteng dilengkapi dengan panggung wayang Po Te Hi untuk acara budaya yang diadakan pada waktu-waktu tertentu.
Klenteng Kim Hin Kiong juga menjadi saksi dari sikap toleransi masyarakat yang ada di Gresik.
Meski berada di daerah mayoritas penduduk beragama Islam, tapi jemaat klenteng dan warga sekitar bisa saling menghormati.
Bangunan Klenteng Kim Hin Kiong kini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.
2. Klenteng Hong Tiek Hian
Salah satu klenteng tertua di Indonesia ini berlokasi di Jalan Dukuh No. 23, Pabean Cantian, Surabaya.
Klenteng Hong Tiek Hian ini bahkan sudah berdiri sejak tahun 1293, yang artinya bersamaan dengan berkuasanya Kerajaan Majapahit.
Arsitektur kuno klenteng ini sangat khas dan mengesankan ketika dilihat dari seberang jalan. Saat memasuki pintu masuk klenteng, pengunjung akan disambut oleh dua klenteng yang dihubungkan oleh jembatan dengan dua naga di tengahnya.
Di dalamnya terdapat altar dibagi menjadi dua lantai berdasarkan dewa yang disembah, seperti Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa-dewi lainnya.
Sebagai klenteng tertua, Hong Tiek Hian sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Klenteng Hong Tiek Hian menjadi sangat ramai pada hari-hari besar warga Tionghoa, seperti Tahun Baru Imlek dan pertunjukan wayang Pho Tee Hi.
3. Klenteng Talang
Klenteng Talang menjadi salah satu klenteng tertua di Kota Cirebon yang berdiri sejak 1450 Masehi. Klenteng ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan klenteng lainnya di Cirebon, yaitu tidak ada ornamen naga di atas atap serta bangunannya menghadap ke laut.
Klenteng Talang memiliki luas tanah sekitar 400 m2. Bagi pengunjung yang ingin bersinggah ke Klenteng Talang, mereka dapat masuk melalui gerbang kayu atau pelana dengan atap berbentuk kapal terbalik.
Sesampainya di depan klenteng, pengunjung langsung melihat pendopo. Kemudian, masuk ke ruangan bagian utama, di mana terdapat patung singa bernama Genta dan Kilin yang terbuat dari batu pasir Arkose.
Ada pula ukiran ornamen kuda dengan motif flora dan fauna yang didominasi area hijau dan altar utama sebagai tempat sembahyang.