Share

5 Klenteng Tertua di Indonesia, Didirikan Pada Masa Kerajaan Nusantara dan Penjajahan Belanda

Nevriza Wahyu Utami, Okezone · Jum'at 20 Januari 2023 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 624 2749936 5-klenteng-tertua-di-indonesia-didirikan-pada-masa-kerajaan-nusantara-dan-penjajahan-belanda-DgkijBVjov.jpg Klenteng Kim Hin Kiong/tempatwisata.pro

JAKARTA - Terdapat sejumlah klenteng tertua di Indonesia menarik untuk diketahui. Masyarakat Indonesia mengenal tempat ibadah Konghucu sebagai klenteng atau klenteng.

Tempat ibadah masyarakat Tionghoa tersebut kental dengan nuansa arsitektur China yang megah dan mengesankan.

Sebagian dari klenteng tersebut bahkan didirikan pada masa kerajaan Nusantara dan penjajahan Belanda. Berikut lima klenteng tertua yang ada di Indonesia.

1. Klenteng Kim Hin Kiong

Menurut sumber sejarah, Klenteng Kim Hin Kiong merupakan salah satu yang tertua di Jawa Timur karena sudah didirikan sejak 1 Agustus 1153.

Klenteng Kim Hin Kiong dibangun oleh para pendatang Tionghoa yang berdagang ke Gresik. Klenteng ini terletak di tengah-tengah kawasan pecinan yang kini menyatu dengan perkampungan Arab.

Follow Berita Okezone di Google News

Bentuk bangunannya sendiri tidak terlalu besar, yang didominasi oleh warna merah dan kuning. Ada dua patung singa dan ornamen khas China di bagian depan klenteng.

Pada bagian atas terdapat Hiolo yang dihiasi dengan kepala naga. Ruang utama berisi altar bagi umat Buddha yang ingin menyembah patung Dewa Thian San Seng Boo.

Sisi kanan klenteng dilengkapi dengan panggung wayang Po Te Hi untuk acara budaya yang diadakan pada waktu-waktu tertentu.

Klenteng Kim Hin Kiong juga menjadi saksi dari sikap toleransi masyarakat yang ada di Gresik.

Meski berada di daerah mayoritas penduduk beragama Islam, tapi jemaat klenteng dan warga sekitar bisa saling menghormati.

Bangunan Klenteng Kim Hin Kiong kini sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

2. Klenteng Hong Tiek Hian

Salah satu klenteng tertua di Indonesia ini berlokasi di Jalan Dukuh No. 23, Pabean Cantian, Surabaya.

Klenteng Hong Tiek Hian ini bahkan sudah berdiri sejak tahun 1293, yang artinya bersamaan dengan berkuasanya Kerajaan Majapahit.

Arsitektur kuno klenteng ini sangat khas dan mengesankan ketika dilihat dari seberang jalan. Saat memasuki pintu masuk klenteng, pengunjung akan disambut oleh dua klenteng yang dihubungkan oleh jembatan dengan dua naga di tengahnya.

Di dalamnya terdapat altar dibagi menjadi dua lantai berdasarkan dewa yang disembah, seperti Dewi Kwan Im, Buddha, dan dewa-dewi lainnya.

Sebagai klenteng tertua, Hong Tiek Hian sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Klenteng Hong Tiek Hian menjadi sangat ramai pada hari-hari besar warga Tionghoa, seperti Tahun Baru Imlek dan pertunjukan wayang Pho Tee Hi.

 

3. Klenteng Talang

Klenteng Talang menjadi salah satu klenteng tertua di Kota Cirebon yang berdiri sejak 1450 Masehi. Klenteng ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan klenteng lainnya di Cirebon, yaitu tidak ada ornamen naga di atas atap serta bangunannya menghadap ke laut.

Klenteng Talang memiliki luas tanah sekitar 400 m2. Bagi pengunjung yang ingin bersinggah ke Klenteng Talang, mereka dapat masuk melalui gerbang kayu atau pelana dengan atap berbentuk kapal terbalik.

Sesampainya di depan klenteng, pengunjung langsung melihat pendopo. Kemudian, masuk ke ruangan bagian utama, di mana terdapat patung singa bernama Genta dan Kilin yang terbuat dari batu pasir Arkose.

Ada pula ukiran ornamen kuda dengan motif flora dan fauna yang didominasi area hijau dan altar utama sebagai tempat sembahyang.

4. Klenteng Hok Tek Ceng Sin

Terletak di Jepara, Klenteng Hok Tek Ceng Sin dibangun sejak 1466 dengan bangunan utama dilengkapi atap pelana yang sangat khas dengan gaya Tionghoa.

Bagian atas atap dihiasi dengan patung yang menggambarkan sepasang naga hijau yang tampaknya sedang memperebutkan mustika.

Selain naga, dapat dilihat di halaman depan klenteng tertua di Indonesia ini terdapat sepasang singa Kilin atau Ciok Say.

Singa Kilin tersebut terdiri dari 18 jenis hewan yang tubuhnya menyerupai kuda dengan kulit yang menyerupai sisik ular dan ikan, mata seperti kepiting, taring seperti macan, janggut dan mulut seperti singa, ekor seperti penyu, dan kaki menyerupai burung, kerbau, macan dan rusa. Pada setiap pilar di serambi Klenteng Hok Tek Ceng Sin Jepara terdapat lukisan binatang yang menggambarkan 12 Shio dalam tradisi Tionghoa, yaitu Tikus, Kerbau, Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi.

 

5. Klenteng Hian Thian Siang Tee

Klenteng Hian Thian Siang Tee sering disebut dengan nama Klenteng Welahan karena klenteng tertua di Indonesia ini terletak di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kota Jepara.

Klenteng tersebut merupakan salah satu klenteng tertua di Indonesia yang diperkirakan berdiri sejak 1600 Masehi dan menyimpan satu-satunya pusaka peninggalan masyarakat Tiongkok berupa Sien Tjiang.

Di dalam klenteng ini terdapat lima dewa, yaitu Kongco Hian Thian Siang Tee, Kwan Tee Kun, Khonghucu, Makco Kwan Im, dan Sang Buddha.

Klenteng ini didirikan oleh dua bersaudara, yaitu Tan Siang Hoe dan Tan Siang Djie. Mereka membangun Klenteng Welahan untuk rasa bentuk terima kasih kepada Tuhan karena dapat menyembuhkan orang.

Selain itu, candi juga dibangun untuk meminta perlindungan saat merawat orang. Hingga saat ini, Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan masih sering digunakan untuk aktivitas keagamaan dan wisata religi yang tidak hanya dikunjungi warga Tionghoa saja, melainkan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini