Share

7 Makanan Khas Imlek yang Dianggap Sebagai Pembawa Keberuntungan

Nevriza Wahyu Utami, Okezone · Jum'at 20 Januari 2023 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 624 2749926 7-makanan-khas-imlek-yang-dianggap-sebagai-pembawa-keberuntungan-BkceBmS9e9.jpg Kue Keranjang Imlek/Okezone/Devi

JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diramaikan dengan makanan-makanan khas pembawa keberuntungan yang sama.

Setiap makanan tradisional Tiongkok tersebut memiliki filosofi dan makna yang berbeda mengenai keberuntungan.

Berikut makanan pembawa keberuntungan yang harus disantap kala merayakan Tahun Baru Imlek menurut berbagai sumber.

1. Dumpling atau Pangsit

 

Pangsit adalah makanan keberuntungan tradisional di China dan menjadi populer di seluruh dunia sekarang.

Selama 1.800 tahun, pangsit tidak hanya menjadi makanan pokok masyarakat di Tiongkok Utara, tetapi juga hidangan penting di berbagai festival, terutama di Tahun Baru Imlek.

Follow Berita Okezone di Google News

Masyarakat Tionghoa mempercayai bahwa menu satu ini memiliki arti sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan.

Bentuk dari pangsit tersebut menyerupai bentuk uang kuno pada masa lampau di daratan China.

Mereka biasanya menyembunyikan koin keberuntungan di pangsit dan seseorang yang menemukannya maka mendapatkan keberuntungan terbaik dan kekayaan besar di tahun mendatang.

Biasanya pangsit ini dimasak dengan cara dikukus yang sudah dialasi menggunakan daun pisang atau aluminium foil.

2. Ikan

Berdasarkan pelafalannya, ikan menurut bahasa China adalah ‘Yu’, yang berarti kelebihan dan keberuntungan.

Sehingga ada ucapan pemberkatan sebagai ‘Nian Nian You Yu’ dalam bahasa China yang artinya ‘Semoga Anda memiliki pendapatan dan panen yang melimpah setiap tahun’.

Bahkan pada zaman China kuno, ikan juga dianggap memiliki fungsi pengusiran setan. Biasanya masyarakat Tionghoa menggunakan ikan mas, dan lele yang dikukus untuk disajikan pada Tahun Baru Imlek karena ikan tersebut diharapkan akan membawa keberuntungan, keberkahan bagi orang-orang, dan kehidupan yang kaya.

Perlu diketahui, ada beberapa aturan makan ikan di Tahun Baru Imlek, di antaranya adalah tidak diperbolehkan membalikkan ikan setelah selesai makan satu sisi.

Dalam budaya China, hal itu akan menimbulkan kesialan. Aturan kedua, kepala ikan perlu diletakkan di hadapan orang yang lebih tua atau tamu terhormat untuk menunjukkan rasa hormat.

Beberapa orang di China selatan hanya memakan bagian tengah ikan pada malam tahun baru, meninggalkan kepala dan ekornya keesokan harinya untuk melambangkan kelengkapan.

3. Ronde (Tangyuan atau Yuanxiao)

Ronde merupakan makanan Tahun Baru Imlek yang membawa keberuntungan. Berbeda dengan pangsit, adonan Tangyuan terbuat dari bubuk beras ketan dengan isian seperti kacang, gula merah, dan segala jenis buah-buahan dan kacang-kacangan.

Ada dua jenis bola-bola ronde ini, yaitu Tangyuan di China selatan dan Yuanxiao di China utara. Bola-bola ronde manis ini disajikan dengan cara direbus. Bentuk bulat dari ronde tersebut melambangkan kelengkapan dan reuni keluarga.

4. Mi

Mi membawa keberuntungan ini biasa disebut dengan Mi Panjang Umur yang disajikan saat Tahun Baru Imlek.

Mi panjang ini dibuat oleh satu adonan mi yang tidak terputus. Biasanya, orang harus memakannya dari awal sampai akhir dan jangan memutuskan mi saat makan.

Sebab, jika mi itu terputus, maka keinginan baik akan hancur. Makan Mi Panjang Umur di tahun baru melambangkan bahwa semuanya akan lancar di tahun yang akan datang.

5. Wonton

Wonton merupakan jenis hidangan keberuntungan yang dapat ditemukan pada daftar makanan Tahun Baru Imlek. Seperti siomay, wonton sangat populer saat perayaan Imlek karena bentuknya yang seperti batangan perak China.

Wonton biasa dimasak dengan cara direbus. Masyarakat Tiongkok percaya bahwa makan wonton dapat membawa kekayaan dan harta berlimpah.

Dalam bahasa Tionghoa, wonton memiliki lafal yang mirip dengan ‘Hundun’ yang berarti permulaan. Makan wonton di Tahun Baru Imlek melambangkan harapan akan awal yang baik.

6. Lumpia

Saat Tahun Baru Imlek, lumpia dimasak dengan cara digoreng hingga cokelat keemasan. Warna emas menunjukkan kekayaan dan harta, yang juga berarti awal yang baru.

Lumpia juga merupakan makanan khas untuk menyambut musim semi, sehingga sangat umum untuk dinikmati oleh masyarakat saat Festival Musim Semi.

7. Kue Keranjang (Niangao)

 

Sejak 1.500 tahun, kue keranjang menjadi salah satu makanan tradisional Imlek yang awalnya digunakan untuk memuja dewa dan leluhur.

Kue ini terbuat dari bubuk beras ketan dengan berbagai bahan dan rasa. Kue dengan rasa asin dan manis ini memiliki simbol kemakmuran meningkat dari tahun ke tahun, yang memberi orang harapan baru akan peningkatan kinerja dalam karier dan pendidikan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini