Share

Polman Bandung Berhasil Ciptakan Mesin CNC Buatan Sendiri, Tak Lagi Tergantung Teknologi Asing

Arif Budianto, MNC Portal · Selasa 17 Januari 2023 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 17 65 2748080 polman-bandung-berhasil-ciptakan-mesin-cnc-buatan-sendiri-tak-lagi-tergantung-teknologi-asing-bRfEGcZXgt.jpg Polman Bandung berhasil ciptakan mesin CNC buatan sendiri/Arif B

BANDUNG - Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung berhasil mengembangkan mesin perkakas Computer Numerical Control (CNC) Milling type MTU 200 pro version.

Temuan ini menjadi kabar gembira bagi pelaku usaha dalam menciptakan komponen terkomputerisasi.

Mesin yang dikembangkan bersama mitra industri, PT CNC Controller Indonesia ini tak lagi dalam bentuk prototipe, tetapi sudah bisa dipakai bagi kalangan industri.

 BACA JUGA:5 Daerah yang Mempunyai SMK Terbanyak di Jatim,Cek di Sini

Saat ini, mesin ini sedang dalam pengurusan sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Direktur PT CNC Controller Indonesia Farkhan mengatakan, mesin CNC merupakan kebutuhan bagi sebuah usaha.

Namun sayangnya, mayoritas mesin CNC yang digunakan industri di tanah air, termasuk UMKM merupakan produk impor.

Diperkirakan lebih dari 90% persen mesin CNC di tanah air merupakan produk impor. Karena impor, produk tersebut harganya cukup mahal.

Follow Berita Okezone di Google News

“Ini merupakan pasar dan sebetulnya kita mampu membuat produk tersebut. Hanya selama ini mesin yang dihasilkan lembaga pendidikan berhenti di level prototype. Oleh karena itu berkolaborasi dengan Polman kami mencoba melakukan penetrasi lebih dalam, menghasilkan mesin yang dimaksudkan untuk hilirisasi dan didasari kebutuhan fundamental,” jelas dia.

Untuk mengoperasikan CNC memang kompleks, penuh risiko, serta transfer pengetahuan dan keterampilannya cukup sulit.

Mesin CNC yang ada selama ini dikatakan sangat sensitif dengan merek.

Artinya, meski sudah dapat mengoperasikan mesin CNC merek A belum tentu dapat melakukan hal yang sama dengan mesin B.

Makanya tak mengherankan, SDM di tanah air yang dapat mengoperasikan mesin CNC masih terbatas.

Dia berharap persoalan SDM tersebut bisa diselesaikan. Alasannya, dalam mengembangkan mesin tersebut, pihaknya tidak hanya mempersiapkan dari sisi hardware.

Melain juga dari sisi software dan firmware. “Juga disiapkan dari sisi metodologi pembelajarannya. Jadi kompetennya bukan hanya merek mesin karena memang mesin CNC ini peka dengan merek,” katanya.

Saat ini mesin CNC yang dikembangkan tengah dalam proses mendapatkan sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Mesin yang dihasilkan asli di desain di dalam negeri dan didanai oleh riset Kemendikbud.

“Targetnya pada tahap awal bisa 1 bulan 2 mesin yang terserap, kemudian bisa 1 minggu 1 mesin,” katanya.

Dalam proses pengembangan mesin CNC tersebut, Kepala Lab Produksi Mesin dan Perkakas Polman Bandung Haris Setiawan mengatakan, pada tahap awal, mitra industri melakukan identifikasi kebutuhan pasar dan memberikan rekomendasi spesifikasi teknis mesin CNC Milling yang dibutuhkan.

Masukan tersebut kemudian disesuaikan dengan manufacturing availability dan fasilitas produksi di Polman Bandung untuk memastikan bahwa mesin ini dapat diproduksi.

Kemudian, dilakukan proses perancangan mesin CNC Milling dalam bentuk spesifikasi teknis. Proses perancangan melibatkan berbagai pihak di jurusan termasuk mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran project based learning.

“Proses perancangan terdiri dari perancangan konsep, perancangan detail, pembuatan gambar kerja mesin dan komponen, sampai melakukan dokumentasi gambar hasil rancangan,” katanya.

Haris mengatakan untuk memastikan hasil rancangan optimum maka proses simulasi dengan teknologi Computer Aided Engineering dilakukan.

Selain itu tenaga ahli dari teknik manufaktur dan pengecoran logam dilibatkan untuk melakukan proses evaluasi hasil rancangan mengenai manufacturability rancangan mesin, yakni memeriksa apakah seluruh komponen dapat dibuat dengan fasilitas yang tersedia.

Jika ditemukan komponen yang secara geometri sulit dibuat, maka tenaga ahli tersebut akan memberikan rekomendasi revisi rancangan kepada team perancangan.

Tahap selanjutnya pembelanjaan material dan komponen-komponen standard, yang terdiri dari material untuk proses pengecoran logam dan material untuk proses manufaktur.

Setelah tahap proses pengecoran logam selesai, langkah selanjutnya proses pemesinan. Rangkaian proses manufaktur dikendalikan bagian PPC (Production Planning Control).

Proses perencanaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh komponen dapat selesai tepat waktu dan tepat kualitas.

“Proses yang utama dilakukan adalah proses pemesinan dengan menggunakan mesin CNC Frais. Berbagai fasilitas mesin di utilisasi untuk membuat komponen-komponen lainnya. Seluruh komponen yang dibuat dicek kualitasnya baik secara sektoral oleh setiap operator dalam setiap proses dan oleh laboratorium QC (Quality Control) untuk pengecekan kualitas seluruh komponen. Proses berikutnya adalah proses perakitan. Proses ini terdiri dari dua tahap pengerjaan yakni proses perakitan mekanik dan perakitan sistem kendali,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini