MALANG - Mahasiswa program spesialis pendidikan kedokteran Universitas Brawijaya (UB) menciptakan aplikasi pendeteksi penyakit jantung.
Akademisi yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Fakultas Kedokteran (FK) UB ini membuat aplikasi bernama Jejaring Kardiovaskuler Malang (JKM) karena banyaknya penderita penyakit itu di wilayah Malang raya.
Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya, dr Muhammad Azhar Rosyid menyatakan, aplikasi JKM merupakan pengembangan dari dua aplikasi sebelumnya yang telah dibuat bernama Detak dan Menari (Meraba Nadi Sendiri).
Untuk pembuatannya, aplikasi JKM merupakan kolaborasi dengan kelompok kajian kardiovaskular Universitas Brawijaya yang dipimpin oleh Prof. dr. M. Saifur Rohman SpJP(K) PhD yang sudah diluncurkan sejak Oktober 2020 lalu.
"Aplikasi JKM ini sudah digunakan sebanyak 22.096 user (juga selain diunduh melalui Playstore), dari jumlah tersebut terdeteksi sebanyak 6.127 user dengan resiko tinggi penyakit jantung," kata dr. Muhammad Azhar Rosyid ditemui pada Selasa (10/1/2023).
Azhar menambahkan, untuk penggunaan aplikasi tersebut, warga Malang Raya dapat mengunduh melalui Playstore bagi pengguna smartphone dengan sistem Android.