Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profesor UPI Sebut Nasib Sastra Sunda Makin Mengkhawatirkan dan Terancam Punah

Arif Budianto , Jurnalis-Kamis, 24 November 2022 |15:30 WIB
Profesor UPI Sebut Nasib Sastra Sunda Makin Mengkhawatirkan dan Terancam Punah
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

BANDUNG - Nasib sastra Sunda seperti cerita pantun dianggap semakin mengkhawatirkan dan terancam punah, di tengah gempuran berbagai budaya saat ini. Setidaknya perlu komitmen semua pihak termasuk pemerintah daerah agar warisan sastra dapat terjaga.

"Saat ini, kondisi sastra Sunda seperti cerita pantun sudah makin mengkhawatirkan. Ini tak lepas dari banyaknya budaya lain yang masuk di Indonesia," kata Profesor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dedy Koswara pada pengukuhan guru besar, Kamis (24/11/2022).

Menurut dia, data terakhir, dari 85 judul cerita pantun, baru terdokumentasikan sekitar 27. Hal ini terjadi karena sangat minim penerbit yang mau menerbitkan cerita pantun.

Minimnya cerita pantun Sunda, kata dia, bisa dilihat dengan minimnya literasi di internet. Bahkan, minimnya informasi ini juga dikeluhkan para akademisi. Padahal, adanya data di internet akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sastra.

"Untuk memasyarakatkan perlu upaya memasukkan ke internet. Sehingga semakin mudah dikenal luas terutama kalangan muda, " kata dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement