BANDUNG - Nasib sastra Sunda seperti cerita pantun dianggap semakin mengkhawatirkan dan terancam punah, di tengah gempuran berbagai budaya saat ini. Setidaknya perlu komitmen semua pihak termasuk pemerintah daerah agar warisan sastra dapat terjaga.
"Saat ini, kondisi sastra Sunda seperti cerita pantun sudah makin mengkhawatirkan. Ini tak lepas dari banyaknya budaya lain yang masuk di Indonesia," kata Profesor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dedy Koswara pada pengukuhan guru besar, Kamis (24/11/2022).
Menurut dia, data terakhir, dari 85 judul cerita pantun, baru terdokumentasikan sekitar 27. Hal ini terjadi karena sangat minim penerbit yang mau menerbitkan cerita pantun.
Minimnya cerita pantun Sunda, kata dia, bisa dilihat dengan minimnya literasi di internet. Bahkan, minimnya informasi ini juga dikeluhkan para akademisi. Padahal, adanya data di internet akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sastra.
"Untuk memasyarakatkan perlu upaya memasukkan ke internet. Sehingga semakin mudah dikenal luas terutama kalangan muda, " kata dia.