SUKABUMI - Praktik nikah yang menjadi kurikulum di SMA saat ini tengah menjadi perbincangan banyak orang.
Pelaksanaan yang dilakukan seolah-olah seperti sedang melakukan akad nikah yang sesungguhnya dan menjadi ajang adu gengsi antar kelas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 3 Kota Sukabumi, Mamat Abdul Rahmat menjelaskan dalam pelaksanaan praktik nikah tersebut, sering menjadi adu gengsi antar kelas sehingga para siswa mengapresiasinya dengan berlomba-lomba menampilkan kemewahan.

"Instruksi dari gurunya hanya praktik nikah, praktek nikah kan bisa dikategorikan sederhana bisa, bisa kategorikan mewah seperti artis juga bisa. Nah anak-anak mengapresiasinya lain, sehingga jadi guyonan di guru-guru juga. Ini mah bukan praktik nikah tapi praktik hajat," ujar Mamat kepada MNC Portal Indonesia, Senin (14/11/2022).
Lebih lanjut Mamat mengatakan bahwa sebetulnya pihak sekolah sudah melarang adanya kegiatan praktik nikah tersebut yang berlebihan, bahkan tidak boleh menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah.
Namun para siswa tersebut tetap menjalankan kegiatan praktik nikah tersebut dengan berbagai cara.