Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komponen dan Jenis-Jenis Ekosistem

Rifqa Nisyardhana , Jurnalis-Rabu, 09 November 2022 |16:45 WIB
Komponen dan Jenis-Jenis Ekosistem
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

JAKARTA – Ekosistem merupakan sistem yang dibentuk di suatu daerah dan terjadi hubungan timbal balik antara komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik).

Kata ekosistem berasal dari ‘oikos’ yang artinya rumah sendiri dan ‘sistema’ yang artinya terdiri atas bagian-bagian yang utuh atau saling mempengaruhi.

Mengutip dari buku “Makhluk Hidup dan Ekosistem” karya Eko Harianto (2017), ekosistem yang ada di bumi terdiri atas perpaduan berbagai jenis dan kombinasi lingkungan fisik serta kimia yang berbeda-beda.

Dari hal inilah dapat disimpulkan juga alasan mengapa ekosistem yang dihasilkan akan berbeda juga.

Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen penyusun ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu komponen biotik yang terdiri atas makhluk hidup dan komponen abiotik yang terdiri atas benda mati.

1. Komponen Biotik

Biotik merupakan istilah yang merujuk ke organisme. Pengertian dari biotik adalah suatu komponen yang menyusun ekosistem.

Komponen biotik memliki tugas dan peran tersendiri di ekosistem.

Komponen yang termasuk dalam biotik, yaitu hewan, tumbuhan, manusia, dan mikroorganisme.

 

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan semua benda tak hidup yang ada di sekitar makhluk hidup. Dari lingkungan abiotik ini bisa menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan.

Komponen yang termasuk dalam biotik, yaitu matahari, tanah, air, udara, garam, iklim, dan suhu.

Jenis-jenis Ekosistem

Setiap jenis dari ekosistem memiliki sifat yang berbeda-beda. Berdasarkan proses pembentukannya, jenis ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu alami dan buatan.

 

1. Ekosistem Alami

Ekosistem alami adalah ekositem yang pembentukannya terjadi secara alami tanpa adanya campur tangan manusia.

Jenis ekosistem ini dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik).

Contoh dari ekosistem alami adalah pantai, air tawar, laur, estuari, sungai, terumbu karang, danau, rawa-rawa, sabana, hutan hujan tropis, padang rumput, dan gurun.

2. Ekosistem Buatan

 

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang pembentukannya sengaja dibuat dengan campur tangan manusia.

Fungsi dari ekosistem buatan ini adalah untuk menjaga agar ekosistem alami tetap seimbang dan melestarikan hewan atau tumbuhan yang terancam punah.

Contoh dari ekosistem buatan adalah suaka margasatwa, taman hutan raya, kebun binatang, taman safari, waduk, sawah, dan perkebunan sawit.

Demikian penjelasan mengenai ekosistem dan komponen penyusunnya. Keseimbangan antara keduanya ini menjadi sangat penting dalam menjalani hubungan timbal balik.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement