Share

Mahasiswa ITS Gagas Ide Pemanfaatan Limbah Industri Gula untuk Alternatif Energi Listrik

Aan haryono, Koran Sindo · Jum'at 04 November 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 04 65 2700781 mahasiswa-its-gagas-ide-pemanfaatan-limbah-industri-gula-untuk-alternatif-energi-listrik-aNUn77reTP.jpeg Mahasiswa ITS gagas ide pemanfaatan limbah industri gula/Aan Haryono

SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas ide pemanfaatan limbah industri gula untuk mengoptimalkan performa biolistrik.

Inovasi garapan mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS ini diharapkan mampu memberikan solusi untuk mengurangi polusi limbah industri.

Arif Pawoko, mahasiswa ITS angkatan 2022 memanfaatkan ampas tebu yang sering menjadi limbah industri gula untuk mengoptimalkan kinerja biolistrik.

Ide ini berawal dari keresahannya mengenai kurang dimanfaatkannya limbah industri gula tersebut, serta semakin menipisnya stok energi di Indonesia.

"Isu energi terbarukan sendiri juga lagi gencar dikembangkan, jadi garis besar idenya juga dari sana," jelasnya, Kamis (3/11/2022).

Upaya pengolahan limbah yang dilakukan oleh Arif adalah dengan menjadikan ampas tebu sebagai substrat anoda dalam sistem Microbial Fuel Cell (MFC).

Follow Berita Okezone di Google News

MFC sendiri merupakan sistem yang memanfaatkan prinsip biolektrokimia untuk menghasilkan sumber listrik baru dari bahan alami.

Substrat ampas tebu sendiri dengan bantuan jamur Aspergillus niger dianggap mampu menggantikan Saccharomyces, mikroorganisme yang biasa digunakan dalam proses kerja sistem MFC.

“Kalau menggunakan itu (Saccharomyces, red) biayanya lebih mahal, kalau ampas tebu kan lebih murah,” kata mahasiwa asal Ngawi tersebut.

Arif mengungkapkan bahwa setelah melalui proses pengujian, performa biolistrik yang dihasilkan oleh temuannya ini menunjukkan peningkatan.

Ia meyakini hasil ini membuktikan penggunaan substrat ampas tebu justru lebih unggul dan layak untuk dipertimbangkan dibanding dengan penggunaan mikroorganisme sebelumnya.

Berkat inovasinya tersebut, Arif berhasil menyabet juara ketiga di ajang Environmental Competition 2022 yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Agustus lalu.

Ia pun meyakini temuannya ini masih merupakan langkah awal, sehingga diharapkan ada pengembangan lanjutan nantinya. “Terutama untuk menjawab masalah limbah industri gula dan energi terbarukan,” tuturnya.

Alumnus SMA Negeri 1 Kendal ini pun berharap bahwa hasil penelitian ini dapat dilirik oleh peneliti maupun perusahaan energi lain untuk dikembangkan pada skala yang lebih besar.

“Dengan begitu, penelitian ini tidak hanya jadi arsip belaka melainkan berkontribusi nyata untuk masyarakat dan Indonesia,” katanya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini