Alasan lain mengapa Banten berpisah dari Jawa Barat ialah status terbaik yang diturunkan pemerintah kepada Aceh dan Yogyakarta.
Masyarakat Banten ingat saat bersama Kesultanan Banten mempunyai bantuan besar di peperangan terhadap Belanda, menjadikannya layak untuk mendapatkan status daerah istimewa.
Justru, pada tahun 1949 pernah berdiri individual melawan blokade Belanda hingga harus membuat mata uang sendiri.
Perjuangan Untuk Menjadi Provinsi Banten
Masih jauh ketika Negara Indonesia ada, Banten telah dikenal sebagai wilayah perdagangan yang berkembang di abad ke-14 atau sekitar tahun 1330.
Setelah merdeka, Banten masuk menjadi provinsi ke-30 di Indonesia pada tahun 2000 lewat UU Nomor 23 Tahun 2000.
Sebelumnya, Banten hanya bertingkat kotamadya/kabupaten di Jawa Barat yang terbelakang dan miskin dengan kesenjangan yang tinggi dibanding wilayah lainnya.
Salah satu sosok pendiri provinsi Banten ialah Embay Mulya Syarif. Embay mengajak perjuangan pada segenap masyarakat Banten untuk melepaskan diri dari Jawa Barat dari 1950-an.
Cara itu sempat merosot, saat terjadi pemberontakan PKI 1965. Soeharto saat itu menuding gerakan ini sebagai komponen dari operasi PKI.
Saat setelah Soeharto dilengserkan rakyat saat reformasi 1998, Embay menggunakan momen ini untuk bersuara.
Bersamaan, Embay dengan sejumlah tokoh Banten diandalkan mengikuti sidang istimewa MPR November 1998.
Lalu, mereka diundang ke istana oleh Presiden BJ Habibie karena dianggap membantu kesuksesan sidang tersebut.