JAKARTA - Hujan merupakan bagian dari fenomena cuaca yang dapat diamati sehari-hari.
Cuaca sendiri merupakan bagian dari gejala alam yang berlangsung dalam waktu relatif atau singkat.
Jika perubahan cuaca terjadi sangat ekstrim, berkemungkinan besar akan menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Lalu, tahukah kamu berapa kecepatan jatuhnya air hujan?
Kecepatan jatuhnya air hujan, bergantung pada ukuran dari tetesan air hujan itu sendiri. Adanya gravitasi menyebabkan tarikan segala sesuatunya turun.
Air hujan yang jatuh akan mengalami hambatan friksi melawan gaya gravitasi ke bawah. Jika gesekan antara friksi dengan gravitasi seimbang, maka air hujan akan memiliki kecepatan jatuh ekuilibrium.
Kecepatan ekuilibrium dikenal juga sebagai ‘kecepatan terminal objek’. Ukuran, bentuk, massa tetesan hujan dan densitas udara akan mempengaruhi kecepatan terminal.
Kecepatan terminal dari tetesan awan biasanya diperkirakan sekitar 10 mikron dalam radius 0,0004 inci, sekitar 1 sentimeter per detik atau sekitar 0,02 mil per jam.
Sementara itu tetesan dari air hujan yang lebih besar, diperkirakan sekitar 1/4 inci atau seukuran lalat rumah. Kecepatan jatuhnya sekitar 10 meter per detik atau sekitar 20 mph.
Dengan kecepatan seperti itu, mampu menyebabkan pemadatan dan erosi tanah.
Tiap tetes air hujan juga memiliki ukuran yang berbeda tergantung pada kekuatan tarik udara yang mereka lewati.
Diameter butiran hujan dapat ditentukan secara manual dengan mengasumsikan bahwa butiran hujan berbentuk bola.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik