Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Sejarahnya, Salah Satunya Dikunjungi Putri Diana

Cita Zenitha , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2022 |11:18 WIB
5 Fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan Sejarahnya, Salah Satunya Dikunjungi Putri Diana
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- 5 fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan sejarahnya menarik untuk dibahas.

Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta adalah tempat kediaman untuk presiden Indonesia. Istana yang dibangun pada 1824 ini merupakan gagasan residen Yogyakarta saat itu, Anthonie Hendriks Smissaert, untuk menjadi kediamannya. Pada 1867, bangunan ini sempat roboh akibat gempa. Kemudian istana dibangun kembali dan didesain dengan gaya ala Eropa.

Pada 1946, sewaktu pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta, bangunan ini difungsikan sebagai istana presiden. Presiden Soekarno dan keluarga pun bertempat tinggal di sini. Bahkan Ibu Fatmawati melahirkan putrinya, Megawati Soekarnoputri di tempat tersebut. Kini Istana Yogyakarta menjadi tempat menginap ketika presiden berkunjung ke Yogyakarta

Berikut 5 fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan sejarahnya dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pakai Energi Terbarukan

PLN bersama dengan Istana Kepresidenan Yogyakarta menandatangani kesepakatan pembelian Sertifikat Energi Baru Terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC).

Istana Kepresidenan Yogyakarta menyetujui pembelian REC sesuai dengan penggunaan listrik perbulan selama 24 bulan, sampai dengan April 2024 mendatang.

Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana menerangkan pihaknya mendukung penggunaan energi ramah lingkungan sejalan program pemerintah.

“Istana Kepresidenan Yogyakarta ikut mendukung energi hijau, sesuai dengan program pemerintah menuju Indonesia Net Zero Emission pada tahun 2060,”

2. Proses Pembangunan Sempat Tertunda

Perang Diponegoro yang berlangsung pada 1825 sampai 1830 membuat pembangunan istana dihentikan. Tahun 1832 pembangunan kembali dilanjutkan.

Sayangnya tahun 1867 istana itu hancur karena gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Istana dibangun kembali dan selesai pada 1869.

3. Menjadi Istana Utama Pemerintahan Indonesia

Istana Kepresidenan Yogyakarta menjadi saksi bisu masa revolusi Indonesia. Mohammad Hatta dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta diam-diam pada 4 Januari 1946.

Dua hari kemudian, Istana Kepresidenan Yogyakarta resmi menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Istana itu dijadikan sebagai kediaman Presiden Soekarno dan keluarganya.

4. Pernah Dikunjungi Ratu Elizabeth II

Ratu Elizabeth II dan Putri Diana pernah Mengunjungi IstanaTidak hanya menjadi kediaman Presiden dan keluarganya. Istana Kepresidenan Yogyakarta juga menjadi tempat tamu-tamu penting negara singgah. Terhitung istana ini telah dikunjungi sebanyak 65 kepala negara.

Pada 1974, Ratu Elizabeth II pernah mengunjungi istana Kepresidenan Yogyakarta. Kemudian, disusul oleh Pangeran Charles dan Putri Diana pada 1980.

5. Sebagai Saksi Sejarah Berdirinya Indonesia

Menyaksikan sejarah berdirinya IndonesiaIstana Kepresidenan Yogyakarta mencatat berbagai peristiwa sejarah di Indonesia. Konstruksi dimulai pada tahun 1824. Itu kemudian hancur dalam gempa bumi 1897.

Masuk penjajahan Jepang, istana diubah menjadi kediaman pejabat tinggi Jepang, Koochi Zimmukyoku Tyookan. Tahun 1927 itu kemudian berganti nama menjadi Gubernur.

Demikian 5 fakta Istana Kepresidenan Yogyakarta dan sejarahnya. 

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement