"Dulu perbaikan tahun 2006 yang bangunan 2 lokal (yang rusak), untuk kelas 5 dan 6 terkahir diperbaiki tahun 2008. Jadi yang itu (bangunan yang rusak) hampir 16 tahun dan yang satunya lagi 14 tahun terakhir diperbaiki," ujar Jamaludin.
Sementara itu salah satu murid SD Negeri Simpenan, Syahrul Hidayat mengatakan bahwa adanya kerusakan pada bagian atap sekolahnya tersebut membuat para siswa khawatir ketika sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Kurang nyaman, khawatir takut roboh, kalau lagi belajar hujan ada bocor sedikit, bangku juga kurang. Pengen dibagusin lagi sekolahnya," ujar Syahrul.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik