JAKARTA - Pada setiap kegiatan praktikum atau eksperimen yang dilakukan di dalam laboratorium, pastinya dibutuhkan peralatan khusus sebagai penunjang sehingga kegiatan tersebut bisa dilakukan sesuai dengan protokol dan tata caranya.
Berikut adalah beberapa alat laboratorium beserta fungsinya.
1. Tabung Reaksi
Tabung reaksi digunakan sebagai tempat mereaksikan zat kimia dalam jumlah sedikit.
2. Penjepit Kayu
Penjepit kayu digunakan sebagai alat untuk memegang tabung reaksi.
3. Rak Tabung Reaksi
Rak tabung reaksi digunakan sebagai wadah untuk menampung beberapa tabung reaksi.
4. Batang Pengaduk
Batang pengaduk digunakan untuk mengaduk suatu larutan zat kimia dan bisa digunakan pula untuk membantu ketika menuangkan atau medekantasi cairan pada proses penyaringan maupun pemisahan.
5. Corong
Corong digunakan sebagai alat bantu memasukkan cairan kedalam suatu wadah bermulut sempit.
Alat ini juga berfungsi sebagai analisa filtrasi/penyaringan yang digunakan bersamaan dengan bantuan klem dan statif.
6. Gelas Ukur
Gelas ukur berguna sebagai alat pengukur volume zat kimia berbentuk cair.
7. Gelas Kimia
Gelas kimia memiliki kegunaan sebagai wadah sementara sebuah larutan atau reagen, memanaskan larutan, dan menguapkan pelarut atau memekatkan.
8. Erlenmeyer
Erlenmeyer digunakan pada analisis volumetri untuk wadah suatu volume tertentu dari sebuah larutan, yang biasanya digunakan ketika titrasi dan memanaskan larutan.
9. Labu Takar
Labu takar berfungsi sebagai pembuat larutan standar atau baku pada analisis volumetri. Alat ini juga sering digunakan sebagai pengenceran hingga volume tertentu.
10. Pipet Gondok
Pipet gondok digunakan sebagai alat untuk mengambil dan memindahkan larutan secara tepat pada volume tertentu sesuai kapasitas.
11. Pipet Ukur
Pipet ukur memiliki kegunaan yang mirip seperti pipet gondok, tetapi volume yang dapat dipindahkan menggunakan pipet ukur ini bisa disesuaikan dengan keperluan.
Caranya yaitu dengan menyesuaikan volume cairan dengan skala yang ada pada pipet ukur tersebut.
12. Pipet Tetes (Pasteur)
Pipet tetes berfungsi sebagai alat memindahkan sedikit larutan atau zat cair yang tidak memiliki ketelitian tinggi.
13. Buret
Buret berfungsi sebagai titrasi atau mengukur volume titran yang akan digunakan.
14. Bola Isap (Suction Bulb)
Bola isap digunakan untuk mengambil suatu zat cair atau larutan.
15. Mortal Martil
Mortal martil digunakan sebagai menumbuk atau menghaluskan sampel pengujian. Alat ini juga bisa digunakan sebagai pencampur beberapa bahan menjadi satu.
16. Neraca Ohaus
Neraca ohaus berfungsi untuk mengukur massa benda yang memiliki ketelitian 0,01 gram.
17. Neraca Analitik
Neraca analitik berfungsi untuk mengukur massa suatu zat, baik cair maupun padat.
18. Pembakar Bunsen
Pembakar bunsen digunakan pada uji kualitatif untuk memanaskan tabung reaksi.
19. Segitiga Porselen
Segitiga porselen digunakan untuk menopang wadah.
20. Lemari Asam
Lemari asam berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk menghindari atau melindungi dari jenis uap berbahaya, yang biasanya berbentuk cairan seperti asam sulfat maupun padatan NaOH.
Demikian alat-alat laboratorium dan fungsinya yang sering digunakan para pengguna laboratorium dalam mencampurkan beberapa bahan untuk kepentingan eksperimen atau sebuah praktikum.
(Natalia Bulan)