Share

Kemenag RI Bakal Lazimkan Penggunaan Aksara Pegon

Widya Michella, MNC Media · Kamis 20 Oktober 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 20 624 2690792 kemenag-ri-bakal-lazimkan-penggunaan-aksara-pegon-unMs6u4Guj.jpg Kemenag RI akan gelar Kongres Aksara Pegon/Dok. Kemenag

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI akan segera menggelar Kongres Aksara Pegon yang bertajuk 'Mengawal Peradaban Melalui Digitalisasi Aksara Pegon' di Jakarta pada 21-23 Oktober 2022.

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan hadir membuka kongres ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan, penyelenggaraan Kongres Aksara Pegon bertujuan menggali informasi mendalam tentang perkembangan dan sejarah penggunaan aksara pegon.

“Kongres ini akan memberikan gambaran tentang pentingnya standardisasi aksara pegon sekaligus memberikan gambaran luas tentang peluang pemanfaatan digitalisasi aksara pegon,” kata Dhani dikutip dalam keterangan nya, Kamis (20/10/2022).

Terpisah, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono Abdul Ghofur, menjelaskan rekomendasi dari hasil kongres, dapat menjadi acuan pengkajian dan perencanaan kebijakan di Kementerian Agama terkait pelaziman penggunaan aksara pegon.

“Untuk proses digitalisasi, kongres ini juga akan menghasilkan rekomendasi perihal pengkodean karakter-karakter aksara pegon yang belum terdaftar di Unicode untuk diajukan ke Unicode,” ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

“Rekomendasi hasil kongres nanti juga berisi tentang font, tata letak papan tombol dan transliterasi aksara pegon kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN),”tutur Waryono.

Diketahui, Kongres Aksara Pegon akan diikuti peserta dari perwakilan pesantren, kampus, dan berbagai unsur pemangku kepentingan dalam pelestarian, penggunaan, dan pengembangan aksara pegon.

“Perwakilan dari unsur-unsur tersebut diharapkan dapat memberikan feedback (umpan balik, red) yang positif pada kegiatan diskusi dalam rangka penentuan standar dan pengembangan aksara pegon di era digital,”ujar Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini