Kemudian, sambung dia, peserta diminta untuk menuliskan identitas buku yang dibacanya dalam kertas berbentuk daun untuk nantinya akan ditempel ke dalam Pohon Geulis (Gerakan untuk Literasi Sekolah) yang sebagian sudah tersedia di ruang kelas masing-masing.
Pohon Geulis merupakan bentuk pengembangan motivasi jumlah bacaan peserta.
Meskipun masih terkendala keterbatasan jumlah buku bacaan yang tersedia di perpustakaan, namun itu tidak jadi penghalang bagi siswa untuk meningkatkan minat baca.
"Kami optimistis Pohon Geulis yang ada di sekolah kami akan tumbuh subur. Meski kami menyadari keterbatasan jumlah buku bacaan yang tersedia di perpustakaan kami masih menjadi kendala," tuturnya.
Salah satu peserta Readathon kelas VII B, Tasya mengaku, kegiatan tersebut dinilai memberikan suasana yang berbeda bagi dirinya dan juga teman-teman yang lain.
“Seru sekali bisa membaca secara bersama-sama dengan teman-teman lainnya di lapangan seperti ini,” imbuhnya.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik