Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sel Tumbuhan Terdiri dari Apa Saja? Begini Penjelasannya

Fatmawati , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |13:25 WIB
Sel Tumbuhan Terdiri dari Apa Saja? Begini Penjelasannya
Sel tumbuhan/Wikipedia
A
A
A

JAKARTA - Sel tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel yang menyusun fungsi kerja dari seluruh fungsi kehidupan yang ada pada sebuah tumbuhan.

Peran dari sel tumbuhan inilah yang menjadi pertumbuhan awal, menyerap makanan, hingga menghasilkan buah.

Lantas, apa saja bagian-bagian dari sel tumbuhan tersebut? berikut jenis dan penjelasannya.

 

1. Membran Sel

Membran sel adalah bagian dari membran semipermeabel pada sebuah sel yang membungkus isi sitoplasma dan nukleoplasma.

Sebagai lapisan terluar dari sel, membran sel berfungsi sebagai pelindung dari keutuhan tiap bagian yang ada di dalam sel.

Dengan membiarkan zat tertentu masuk ke dalam sel tersebut.

Berbentuk selaput berkelanjutan dan tidak putus, menjadi membran sel berfungsi sebagai pembatas sekaligus melapisi seluruh isi sel dalam sebuah ruangan yang disebut dengan kopertemen.

Membran sel juga bertanggung jawab pada interaksi yang terjalin antara sel satu dengan sel lainnya.

Pembentukan membran sel terdiri atas lipida dwilapis, termasuk juga kolesterol (komponen lipid) yang berada di antara fosfolipid sebagai bentuk pertahanan fluiditasnya pada berbagai suhu.

Membran sel juga terdiri atas protein membran, termasuk protein integral yang melintasi membran, berfungsi sebagai tempat pengiriman membran.

Serta protein perifer yang menempel pada sisi luar membran sel dan bertindak sebagai enzim pembentuk sel.

2. Dinding Sel

Dinding sel merupakan matriks ekstraseluler yang menyelubungi tiap sel dan berfungsi sebagai pelindung serta pembentuk sel, yang tidak ditemukan pada makhluk hidup lain selain tumbuhan.

Dinding sel ini lah yang menyebabkan tumbuhan tidak dapat bergerak dan berkembang bebas berpindah posisi (gerak pasif).

Pada tumbuhan, dinding sel terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang berperan sebagai penyusun penting).

Fungsi dinding sel pada tumbuhan adalah membentuk sel tumbuhan, melindungi bagian dalam sel dari pengaruh lingkungan dan menjaga sel tumbuhan agar tidak pecah akibat masuknya air secara berlebihan.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah sebuah cairan yang terletak di antara nukleus dan membran plasma. Memiliki dua komponen penyusun yakni sitosol dan organel-organel. Sitosol merupakan bagian cair pada sitoplasma yang keberadaanya mengelilingi organel.

Total ada 70% hingga 90% air yang didalamnya juga terkandung zat terlarut.

Pada tumbuhan sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi kimia, menyimpan berbagai jenis zat kimia yang digunakan untuk proses metabolisme sel, menjadi perantara untuk mentransfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel, serta berfungsi sebagai pelarut semua protein dan senyawa yang ada di dalam sel.

4. Nukleus

Nukleus atau inti sel merupakan bagian terpenting pada sel karena bertugas mengatur seluruh aktivitas sel.

Di dalamnya terdapat beberapa komponen penting seperti nukleolus (anak inti), nukleoplasma (cairan dalam inti), karioteka (membran inti), serta benang-benang kromatin atau kromosom.

Tiap komponen tersebut memiliki tugas masing-masing.

Keempat komponen tersebut saling bekerja sama hingga menghasilkan nukleus yang berfungsi sebagai pengendali proses berlangsungnya metabolisme dalam sel, menyimpan informasi genetik pada kromosom yang membentuk DNA, menjadi pusat sintesis asam nukleat (DNA dan RDA), mengontrol pertumbuhan sel, serta sebagai tempat penyimpanan protein.

5. Ribosom

Ribosom adalah sebuah organel kecil padat yang ada pada sel. Tersusun dari berbagai jenis protein dan beberapa molekul RNA, menjadikan Ribosom berperan sebagai tempat sintesis protein.

Letaknya berada di dalam sitoplasma dan melekat pada membran RE saat berlangsung sebuah proses sintesis protein.

Memiliki diameter sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom dan 35% protein ribosom.

Sel laju sintesis yang tinggi akan memiliki banyak sekali ribosom, contohnya adalah sel hati manusia yang mempunyai jutaan ribosom.

Jika tidak berlangsung proses sintesis protein, ribosom akan membentuk sub unit kecil dan sub unit besar.

6. Retikulum Endoplasma

 

Retikulum yang diturunkan dalam bahasa Latin berarti “di dalam sitoplasma”, juga merupakan organel yang dapat ditemukan dalam semua sel eukariotik.

Sel ini juga merupakan bagian dari sistem endomembran.

Berbentuk labirin yang begitu banyak, menjadikan retikulum endoplasma bisa mencangkup separuh lebih dari total membran pada sel eukariotik.

Terdiri dari jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut sisterna, menjadikan retikulum endoplasma sebagai pemisah ruang antara sisternal dan sitosol.

Retikulum endoplasma kelompokkan menjadi dua bagian sesuai dengan struktur dan fungsinya, yaitu retikulum endoplasma halus dan kasar.

Bagian yang kasar memiliki ribuan ribosom. Seperti yang dijelaskan tadi, ribosom adalah tempat proses pembentukan protein dalam sel terjadi.

Sedangkan bagian yang halus tidak diselimuti oleh ribosom, biasanya terdapat di beberapa organ seperti hati.

Sel ini memiliki fungsi sebagai pembentuk lemak dan steroid.

7. Badan Golgi

Badan golgi merupakan organel yang memiliki kaitan dengan fungsi ekskresi pada sel. Bagian dari organel ini bisa dijumpai hampir di semua sel eukariotik.

Memiliki struktur berupa berkas kantung berbentuk cakran bercabang yang menjadi serangkaian pembuluh yang amat kecil di ujungnya.

Pembentukan badan golgi terdiri oleh membran berbentuk tubulus dan vesikula. Tubulus tersebut melepaskan kantong-kantong kecil berisi bahan-bahan yang diperlukan seperti enzim-enzim pembentuk dinding sel.

Badan golgi berfungsi membentuk kantung atau vesikula untuk sekresi, membentuk membran plasma, membentuk dinding sel tumbuhan, tempat terjadi pemodifikasian protein, menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel, transpor lipid, membentuk lisosom, dan membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim memecah dinding sel telur.

8. Mitokondria

Pada sel, mitokondria disebut sebagai pembangkit tenaga karena mitokondria menghasilkan sebagian besar suplai adenosin trifosfat (ATP) pada sel, yang kemudian digunakan sebagai sumber energi kimia.

Terdiri dari beberapa kompartemen yang masing-masing menjalankan fungsi khusus.

Kompartemen tersebut yakni membran luar, ruang antar membran, membran dalam, krista, dan matriks.

Peran utama mitokondria yaitu sebagai tempat untuk memproduksi energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Proses pembentukan energi ini dikenal sebagai fosforilasi oksidatif, yang terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria.

Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2 menjadi CO2 dan air.

9. Vakuola

Pada sel tumbuhan muda, banyak mengandung vakuola kecil yang bergabung untuk membentuk vakuola sentral karena adanya penambahan air ke dalam sel sehingga menimbulkan tekanan di dalam vakuola.

Mengubah ukuran sel tumbuhan menjadi besar dengan cara menambahkan air ke dalam vakuola sentral tersebut.

Ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh vakuola pada sel tumbuhan, yaitu berperan pada turgiditas dan bentuk sel, tempat penyimpanan dan penimbunan, sebagai lisosom, serta membantu proses homeostatis.

 10. Kloroplas

Terakhir, yaitu kloroplas. Kloroplas merupakan bagian dari palstid yang mengandung klorofil. Pada kloroplas ini nantinya akan terjadi fase terang dan fase gelap dari proses fotosintesis tumbuhan.

Keberadaanya bisa dijumpai hampir di seluruh tumbuhan.

Kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yakni stroma homogen.

Di sinilah, berlangsungnya reaksi-reaksi pada fase gelap. Pada stroma, tertanam sejumlah granum.

Tiap granum tersebut terdiri oleh tumpukan tilakoid berupa gelembung bermembran, pipih, dan diskoid (seperti cakram).

Membran tilakoid berfungsi untuk menyimpan pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase fotosintesis bergantung pada cahaya.

Biasanya, granum terkait dengan lamela intergranum yang bebas pigmen.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement