Untuk mengukur kecepatan elang tersebut, Franklin memasang chip komputer 4 ons (113,4 gram) yang diambil dari komputer altimeter perekam skydiver ke bulu ekornya.
Hewan ini memiliki tubuh berotot berbentuk tetesan air mata yang juga membantu merampingkan tubuhnya untuk "mengurangi hambatan dan membantunya menunik seperti peluru.
Selain itu, bulu mereka sangat padat dan strukturnya kaku jika dibandingkan dengan elang lainnya. Lalu, lubang hidung elang ini memiliki sistem kenop kecil di dalamnya yang dianggap bertindak sebagai penyekat — struktur yang mengatur aliran cairan saat menyelam.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik