Galileo tercatat pernah menjadi ketua Departemen Matematika di Universitas Pisa. Dia menulis “De Motu”, serangkaian esai tentang teori gerak yang tidak pernah dia publikasikan secara resmi. Buku itu berisi gagasan tentang seseorang dapat menguji teori dengan melakukan eksperimen dan pengujian benda jatuh menggunakan bidang miring untuk memperlambat laju penurunan.
Tahun 1592, Galileo menjadi profesor matematika di Universitas Padua. Namun tahun 1610, dia kembali lagi ke Universitas Pisa sebagai ketua Departemen Matematika.
3. Riyanarto Sarno
Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc, PhD merupakan guru besar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan tiga peneliti asal Stanford University, Prof Riyanarto tercatat sebagai 2 persen atau 100 ribu peneliti teratas dari jutaan peneliti di seluruh dunia melalui capaian c-score 432 sitasi per Agustus 2020 hingga Agustus 2021.
Penelitian Riyanarto berfokus pada bidang artificial intelligence (AI) dan image processing untuk medis. Salah satu penelitiannya berupa electronic nose atau yang dikenal sebagai i-nose 19. I-nose 19 adalah alat untuk mendeteksi virus Covid-19 dan mix-reality jaringan otak guna membantu pencarian lokasi jaringan pada operasi bedah otak.
(Angkasa Yudhistira)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik