Share

3 Ilmuwan Besar Pernah Jadi Guru, 2 di Antaranya Orang Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 65 2680808 3-ilmuwan-besar-pernah-jadi-guru-2-di-antaranya-orang-indonesia-hhQlDw3AvA.jpg Ilustrasi (Foto : iStock)

BANYAK yang belum tahu, sebelum dinobatkan sebagai seorang ilmuwan dunia, beberapa tokoh pernah menjadi guru. Bahkan, dua dari 3 tokoh yang dirangkum MNC Portal Indonesia (MPI) di bawah ini merupakan orang Indonesia.

Berikut nama-namanya:

1. Muh. Harun Achmad

Lembaga Elsevier BV dan profesor dari Stanford University, Prof John Ioannidis, bersama Jeroen Baas dan Kevin Boyack telah merilis Top 2% World Ranking Scientists atau ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Salah satu nama yang ada di dalam daftar tersebut adalah Muh. Harun Achmad.

Muh. Harun Achmad merupakan seorang ilmuwan sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Prof Harun terpilih sebagai reviewer nasional dan internal sejak 2015 hingga sekarang. Banyak karya yang ia hasilkan, di antaranya 10 buku yang berisikan tulisan ilmiahnya.

2. Galileo

Galileo dikenal sebagai seorang ilmuwan fisika dan astronomi. Namun, siapa sangka bahwa Galileo ternyata dulunya seorang guru, dosen, dan peneliti matematika. Galileo memulai karier sebagai matematikawan dengan menjadi guru privat pada umur 21 tahun.

Pada tahun 1586 Galileo mulai mengajar di Vallombrosa dan menulis buku ilmiah pertamanya "The Little Balance" (La Balancitta) yang menjelaskan metode Archimedes untuk menemukan gravitasi spesifik zat menggunakan keseimbangan.

Galileo tercatat pernah menjadi ketua Departemen Matematika di Universitas Pisa. Dia menulis “De Motu”, serangkaian esai tentang teori gerak yang tidak pernah dia publikasikan secara resmi. Buku itu berisi gagasan tentang seseorang dapat menguji teori dengan melakukan eksperimen dan pengujian benda jatuh menggunakan bidang miring untuk memperlambat laju penurunan.

Tahun 1592, Galileo menjadi profesor matematika di Universitas Padua. Namun tahun 1610, dia kembali lagi ke Universitas Pisa sebagai ketua Departemen Matematika.

3. Riyanarto Sarno

Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc, PhD merupakan guru besar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan tiga peneliti asal Stanford University, Prof Riyanarto tercatat sebagai 2 persen atau 100 ribu peneliti teratas dari jutaan peneliti di seluruh dunia melalui capaian c-score 432 sitasi per Agustus 2020 hingga Agustus 2021.

Penelitian Riyanarto berfokus pada bidang artificial intelligence (AI) dan image processing untuk medis. Salah satu penelitiannya berupa electronic nose atau yang dikenal sebagai i-nose 19. I-nose 19 adalah alat untuk mendeteksi virus Covid-19 dan mix-reality jaringan otak guna membantu pencarian lokasi jaringan pada operasi bedah otak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini