Ayahnya, Ser Peiro, adalah seorang pengacara dan notaris. Kedua orangtuanya tidak pernah menikah. Da Vinci lahir ketika sang Ibu, Caterina, sudah memiliki suami.
Da Vinci adalah anak tunggal dari kedua orangtuanya. Dia memiliki 17 saudara tiri hasil hubungan sang ayah dan sang ibu dengan banyak pasangan lainnya.
Pada usia sekira lima tahun, dia tinggal di rumah milik kerabat ayahnya. Sang paman, yang memiliki minat sama terhadap alam juga membantu mengasuh Da Vinci.
2. Pendidikan dan Masa Remaja
Leonardo da Vinci menjalani pendidikan di rumah (home schooling) dan hanya belajar tentang keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Dia kurang mendapatkan pendidikan formal, khususnya dalam bahasa Yunani dan Latin.
Melihat potensi sebagai seniman, sang ayah mengirim da Vinci yang masih berusia 14 tahun, belajar ke pemahat dan pelukis Andrea del Verrocchio of Florence. Selama enam tahun, da Vinci belajar tentang berbagai kemampuan teknis, termasuk pengolahan metal, seni kulit, seni kayu, menggambar dan memahat. Pada usia 20 tahun, da Vinci telah menjadi seniman ahli berkualifikasi di Guild of Saint Luke dan memiliki bengkel kerja sendiri.
3. Kasus Sodomi
Catatan Pengadilan Florentine menunjukkan bahwa Leonardo da Vinci didakwa atas tuntutan sodomi ketika berusia 22 tahun. Kabarnya, insiden ini melibatkan salah satu model laki-lakinya. Selama dua tahun, keberadaan da Vinci tidak diketahui dan terdokumentasi.
4. Pergi ke Prancis
Da Vinci meninggalkan Italia pada 1516. Ketika itu, penguasa Prancis, Francis I menawarkan dia gelar "Pelukis, Arsitek dan Insinyur Raja". Gelar ini memberinya kesempatan untuk melukis dan menggambar sesuai keinginannya sambil hidup mewah di rumah milik negara, Château of Cloux, di dekat Amboise, Prancis.
Namun, dalam berbagai korespondesinya selama masa ini, da Vinci menyiratkan ketidakbahagiaan. Nantinya, Leonardo akan mewariskan rumahnya kepada murid magangnya, Fransisco Melzi. Di masa mendatang, ahli waris Melzi menjual rumah tersebut.