Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengamat Semprot Shadow Team Kemendikbud: Transformasi ASN-nya, Bukan Buat Tim Bayangan

Martin Ronaldo , Jurnalis-Minggu, 02 Oktober 2022 |16:42 WIB
Pengamat Semprot Shadow Team Kemendikbud: Transformasi ASN-nya, Bukan Buat Tim Bayangan
Pengamat kritisi shadow team Kemendikbudristek RI/Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menyemprot kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim yang menyatakan secara terang benderang membuat Shadow Team dalam mengelola kebijakan di Kementerian.

Menurut Ujang, hal tersebut menandakan bahwa Nadiem bukanlah seorang leader yang mampu memimpin anak buahnya yang berada di Kemendikbud.

"Menteri itu adalah seorang leader berbeda dengan Manager yang tugasnya hanya menata dan mengelola kementerian sudah selesai tetapi kalau dia leader maka saya katakan kalau dia pemimpin itu harus memiliki leadership yang kuat," katanya dalam Diskusi Kedai Kopi yang bertajuk Ngopi Dari Sebrang Istana, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022).

"Apa itu leadership, yaitu dia yang membawa gerbong lokomotif perubahan bagi anak buahnya, dalam hal konteks ini adalah ASN," sambungnya.

Ujang mengatakan, suka tidak suka sosok Nadiem dianggap orang yang hebat semasa dirinya memimpin perusahaan Starup yakni Gojek.

Hingga akhirnya, kehebatan dan ilmu yang telah ia dapat sebelumnya ingin di transformasikan di Kemendikbu, akan tetapi hal itu masih dianggap sulit.

"Kalau dia tidak mampu membuat tim bayangan yang jumlahnya hampir 400 saya akan mengkritiknya sebagai suatu ketidakmampuan," tegasnya.

Menurutnya, indikator orang dapat dikatakan hebat ketika, ia dapat mengelola serta membawa gerbong perubahan di internal Kemendikbud.

"Inikan pesannya seperti ini ada dekan disalah satu kampus swasta dijadikan sebagai staf khusus lalu juga dijadikan Dirjen di situ. Saya juga mendapatkan kabar jika rapat di Komisi X itu Nadiem tidak banyak membawa ASN tetapi membawa tim bayangan yang lain," jelasnya.

Dia pun meminta agar gerbong lokomotif perubahan yang digagas oleh Nadiem dapat utamanya dijalankan ditingkat ASN terlebih dahulu, sebelum akhirnya akan dibawa keluar untuk disempurnakan.

"Memang keliatannya Nadiem ini mau mentransformasikan ilmu pengetahuan di Kemendikbud tetapi ga jalan, maka diambillah tim bayangan yang jumlahnya 400 itu. Maka seharusnya beliau mentransformasikan ASN nya, dan nantinya merekalah yang akan bergerak," katanya.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement