Share

Rumus Kimia Parasetamol, Fungsi dan Sifatnya

Rifqa Nisyardhana, Okezone · Jum'at 30 September 2022 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 624 2678012 rumus-kimia-parasetamol-fungsi-dan-sifatnya-sDiTAiOQzC.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Parasetamol merupakan obat analgesik dan antipiretik yang sering dikonsumsi untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan dapat menurunkan demam.

World Health Organization (WHO) bahkan merekomendasikan parasetamol untuk digunakan sebagai terapi lini pertama jika dalam kondisi nyeri.

Obat ini juga dikenal dengan nama asetaminofen di negara seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Jepang.

Rumus kimianya adalah C8H9NO2 dan terdapat 20 atom yang ada di dalamnya. Parasetamol tidak meningkatkan risiko masalah perut atau jantung.

Dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter, parasetamol menjadi obat yang dikategorikan aman.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan (overdosis) maka dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan bahkan kematian akibat gagal hati.

Gejala yang ditimbulkan saat mengalami overdosis parasetamol, yaitu nafsu makan menghilang, mual, muntah, tidak enak badan, diare, nyeri perut pada kanan atas, dan berkeringat secara berlebihan.

Obat parasetamol dapat digunakan oleh semua orang, termasuk ibu hamil dan menyusui.

Namun, untuk anak kecil sebaiknya digunakan sesuai dengan kondisi berat badan dan memperhatikan umurnya.

Parasetamol dianjurkan untuk anak yang usianya sudah mencapai dua bulan atau lebih.

Cara mengkonsumsi obat parasetamol cukup ditelan saja. Selain itu, obat ini sebaiknya disimpan di suhu ruangan dan tempat yang kering serta terhindar dari paparan sinar cahaya langsung.

Fungsi dari parasetamol biasanya sering digunakan untuk mengatasi masalah penyakit-penyakit di bawah ini.

1. Sakit kepala atau migrain

2. Sakit gigi

3. Sakit punggung

4. Nyeri saat haid

5. Sakit tenggorokan

6. Rematik dan nyeri otot

7. Gejala pilek dan flu

8. Nyeri pasca operasi

9. Sakit sinus

10. Demam

Dari sifat yang dimilikinya, parasetamol dapat menghambat jalur oksida nitrat yang dimediasikan dari berbagai reseptor neurotransmitter termasuk N-methyl-D-aspartate (NMDA) dan zat fosforus yang mengakibatkan peningkatan ambang nyeri.

Maka dari itu, obat ini bekerja dengan cara mencegah rasa nyeri yang terjadi di dalam tubuh.

Parasetamol bereaksi setelah satu jam dikonsumsi dan akan bertahan dalam beberapa jam.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini