Ayahnya menuturkan, Ali adalah sosok pendiam dan tidak mau membebani orang tua. Kepada teman-temannya, Ali mengeluh sakit paru-paru dan beberapa kali kontrol ke dokter penyakit dalam.
“Teman-temannya bilang, Ali sering batuk dan demam, tapi masih bisa ikut kegiatan kampus. Saya baru tahu dari teman dekatnya kalau anak saya sakit, jadi saya jemput ke kosnya untuk dibawa ke rumah sakit,” katanya sambil berlinang air mata.
Sebelum meninggal, Ali sempat tiga kali dirawat di salah satu rumah sakit di Cirebon.
“Anak saya kondisinya drop setelah menyelesaikan sidang akhir, bahkan dia sudah dapat gelar sarjana,” ujarnya.
Setelah prosesi wisuda selesai, Rektor Unpas Profesor Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp, M.Si., M.Kom., IPU. menghampiri dan memeluk Haji Rasta.