Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Bolpoin Pintar Berbasis Internet, Permudah Identifikasi Medis Pasien

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 27 September 2022 |10:15 WIB
Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Bolpoin Pintar Berbasis Internet, Permudah Identifikasi Medis Pasien
Bolpoin pintar berbasis internet ciptaan mahasiswa UMM/Avirista Midaada
A
A
A

Beberapa komponen di dalamnya membuat alat inovasi ini masih tampak besar dan belum seukuran bolpoin pada umumnya.

Terlebih bentuknya yang segitiga dengan panjang

Anwar Syaddad ketua tim menuturkan, tercetusnya ide ini berawal dari keluhan pamannya yang menderita sakit dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit.

Celakanya saat di rumah sakit itulah, sang pamannya memerlukan waktu karena tim medis masih harus mencari riwayat medis sang pasien di dokumen-dokumen maupun sistem yang ada.

"Berawal dari keresahan paman itulah alat ini tercipta. Di mana penelitiannya sejak Juni 2022 lalu, akhirnya kami berhasil menciptakan alat smart pen medical ini," ucap Anwar kepada MNC Portal, pada Selasa pagi (27/9/2022).

Pemilihan bolpoin atau smartpen sendiri dikatakan Anwar karena dokter dan tenaga kesehatan identik dengan peralatan bolpoin untuk pencatatannya.

Dari sanalah ide itu menciptakan alat berbentuk bolpoin dengan ukuran agar besar dan berbentuk segitiga tercipta.

"(Kenapa bolpoin) karena identik dengan kedokteran, dokter juga sering membawa pulpen yang menjadi identitas kesehatan. Dengan smart pen ini yang kami buat seringkas mungkin atau sekecil mungkin itu dapat memudahkan tenaga medis," ujarnya.

Cara kerja alat ini disebutkan Anwar cukup sederhana. Pasien yang datang ke rumah sakit hanya perlu memindai sidik jarinya ke sensor yang telah terpasang di smartpen ini.

Dari sanalah rekam medis riwayat penyakit pasien terkoneksi ke server website.

Data-datanya pun disebut lengkap karena selain alat ini bisa merekam saturasi oksigen hingga detak jantung, riwayat penyakit lain bisa terekam lengkap.

"Sidik jari pasien akan memberikan akses untuk membuka rekam medis di laptop atau komputer, karena basic yang kami buat rekam medis berbasis elektronik. Untuk sensor print yang kami buat sudah kami tanam sebuah pemograman visualisasi gambar, di mana dari hasil yang secara sederhana alat ini mendeteksi alat finger print pasien," ungkap dia kembali.

Hasil pemindaian sensor sidik jari inilah yang akan mengirimkan data medis ke dalam sebuah website tersendiri.

Perbedaan masing-masing sidik jari antara satu pasien dengan pasien lainnya memudahkan identifikasi pasien yang datang, tanpa menunggu waktu lama.

"Ketika di finger print sudah terdeteksi, maka smartpen ini akan mengirimkan ID (sidik jari) tersebut ke website, secara otomatis website akan menampilkan data histori penyakit pasien," tuturnya.

Namun sebelum data pasien terekam ke dalam suatu data, tenaga medis harus memasukkannya secara manual ke dalam suatu website terlebih dahulu.

Nantinya jika sudah dimasukkan tenaga medis tak perlu lagi mencari data rekam medis pasien.

Dengan sistem seperti ini kevalidan data diklaim Anwar mencapai 90 persen, sehingga antar pasien kecil kemungkinan tertukar datanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement