Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memahami Pekerjaan Editing dan Editor

Elisdawati Hanika Putri , Jurnalis-Selasa, 27 September 2022 |13:29 WIB
Memahami Pekerjaan Editing dan Editor
Ilustrasi/Freepik
A
A
A

JAKARTA - Apakah kamu tahu apa itu proses editing dan apa definisinya?

Di tahun 2017 silam pemerintah telah mengeluarkan undang-undang mengenai sistem perbukuan. Sistem perbukuan ini diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2017, di dalam Undang-Undang ini dijelaskan bahwa editor tersebut sebagai salah satu pelaku perbukuan.

Istilah editing sebenarnya belum diserap ke dalam Bahasa Indonesia namun sudah populer dipergunakan di Indonesia.

Kata editing memiliki makna yang sama dengan penyuntingan. Namun kata editing lebih sering digunakan ketimbang penyuntingan.

Lalu sebenarnya apa si proses editing itu? Eneste (2012:8) mengemukakan pengertian menyunting adalah menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).

Pelaku di dalam editing ini sering juga disebut editor. Dalam KBBI e.di.tor diartikan sebagai orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya.

Editor juga sering disebut dengan pengedit atau penyunting. Tujuan dari proses editing ini sebenarnya untuk membetulkan kesalahan-kesalahan yang terjadi di dalam naskah.

Dalam proses editing, sebenarnya apa saja kegiatan penyuntingan naskah? Nah, ada beberapa hal yang dilakukan dalam proses editing atau penyuntingan naskah yang meliputi:

- Pemakluman

- Pengurangan

- Penambahan

- Penggantian

- Pemosisian

- Pencampuran

Lantas mengapa kegiatan editing ini sangat penting? Jika dilihat dari hasil buku yang kita nikmati sebagai konsumen, banyak sekali proses yang dilewati sebelum buku itu terbit hingga menjadi buku siap baca.

Dan editor memiliki kedudukan yang penting di dalamnya, pasalnya kesalahan tik atau kesalahan pada kaidah penulisan lainnya sering terjadi di dalam naskah yang belum melalui proses editing ataupun penyuntingan.

Menjadi editor bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, kopetensi seorang editor juga cukup di uji dalam menyunting sebuah naskah, dan bagi saya pekerjaan editor ini cukup keren namun agak-agak membosankan ya, karena dia harus jeli dalam mencari-cari kesalahan dalam sebuah naskah.

Propesi ini juga cukup jarang diminati orang sehingga jika kalian ingin terjun dalam bidang ini berarti kalian harus bersiap menjadi bagian dari manusia langka yang cukup dibutuhkan di dunia penerbitan buku.

Mengutip dari buku Editing Pedia yang ditulis oleh Bambang Trim beliau mengatakan;

“Kalau ditanya kompetensi apa yang harus dimiliki seorang editor, saya akan menjawab kompetensi dasarnya adalah keterampilan berbahasa, yaitu membaca, menyimak, berbicara, dan menulis.” (Trim, 2019).

Saya sepakat dengan apa yang dikatakan beliau, keterampilan berbahasa sangatlah penting dan merupakan syarat dasar untuk menjadi seorang editor.

Pasalnya tugas editor tidak hanya sekedar membetulkan ejaan atau kesalahan tik dalam naskah, namun banyak hal lainnya yang menjadi tugas dari editor.

Kepekaan dan ketelitian editor juga sangat diuji dalam menemukan dan mencari kesalahan-kesalahan kaidah kebahasaan.

Ketika buku sudah dipublikasikan namun masih terdapat kesalahan-kesalahan penulisan berarti posisi seorang editor dalam proses penerbitan buku ini diragukan kopetensinya, sehingga mengurangi nilai mutu buku tersebut.

Merangkum haril survei dari Bowles dan Borden, 2014. Bambang Trim dalam bukunya mengatakan bahwa terdapat sepuluh kopetensi inti yang diharapkan dimiliki seorang editor naskah, yaitu:

- Pengetahuan kebahasaan;

- Pengetahuan umum;

- Pengetahuan spesifik bidang tertentu;

- Pengetahuan tentang kode etik dan legalitas hak cipta;

- Pengetahuan tentang prosedur pengoprasian standar penerbitan, termasuk gaya selingkung (house style);

- Penulisan;

- Penguasaan desain komunikasi visual;

- Penguasaan aplikasi penerbitan destop (desktop publishing);

- Penelusuran sumber informasi, terutama melalui internet; dan

- Penguasaan diplomasi dan negosiasi.

Sepuluh hal ini adalah multikompetensi yang seharusnya dimiliki oleh seorang editor naskah.

Dan mungkin untuk kalian sobat kata yang masih belajar dibidang editing boleh banget nih asah kemampuan kalian sepuluh kopetensi tersebut.

Lembaga pendidikan tinggi Oxford Brookes University di Inggris yang memiliki jurusan dibidang publishing menyusun standar organisasi editorial dan jenjang karier editor sebagai berikut:

1. Editor director (editor in chief, executive editor);

2. Senior editor (acquisition editor, sponsoring editor, project editor, dan development editor);

3. Managing editor;

4. Associate editor (text book editor, specialization editor, right editor);

5. Copy editor; dan

6. Assistant editor (editorial secretary, editorial trainee).

Dari keenam jenjang karier tersebut dapat di artikan sebagai 1) editor pembantu 2) editor bidang 3) editor pengurus kontrak 4) editor pemerolehan atau editor akuisisi 5) editor proyek 6) editor pengembang.

Jenjang karier ini memiliki peran penting pada masing-masing tugas di bidangnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kehadiran seorang editor sangat penting keberadaannya dalam dunia penerbitan buku.

Menurut saya percaya diri dan mau belajar adalah kunci awal untuk kalian bisa memulai karier dibidang penyuntingan buku.

Editor juga manusia, kadang kala kita masih saja ada kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disadari pada saat melakukan penyuntingan.

Padahal, kita sudah merasa telah melakukan penyuntingan dengan maksimal dan seteliti mungkin. Namun, begitulah dunia editing, berlatih dan terus mencoba hingga terbiasa itulah kuncinya.

Karna dengan terus berlatih akan membuat kopetensi kita akan semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Budaya berbahasa yang benar dengan mengikuti kaidah yang ada memanglah harus terus dilestarikan, haruslah ada bibit-bibit baru yang bertugas mempertahankan mutu buku siap baca yang berkualitas.

Maka dari itu, untuk sobat kata yang baru terjun di bidang tulis-menulis yuk, mulai mencoba dan terus belajar agar dapat menulis dengan baik dan benar.

Elisdawati Hanika Putri aktivis Persma Ketik Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta

(Natalia Bulan)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement