Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakar Bahasa Tubuh Harvard University Ungkap 3 Tanda Perilaku Pasif-Agresif dan Kekanak-kanakan

Natalia Bulan , Jurnalis-Senin, 26 September 2022 |10:40 WIB
Pakar Bahasa Tubuh Harvard University Ungkap 3 Tanda Perilaku Pasif-Agresif dan Kekanak-kanakan
3 tanda perilaku pasif-agresif/Freepik
A
A
A

3. Perubahan dari bahasa informal ke bahasa formal

Jika Anda mengirim SMS dan e-mail dengan seseorang dan mereka mengubah nada bicara mereka dari informal menjadi formal entah dari mana, itu mungkin berarti mereka mencoba untuk menegaskan kekuasaan.

Situasi serupa mungkin terjadi pada seorang teman yang tiba-tiba menjadi sangat dingin atau acuh dalam bahasa mereka karena teks. Misalnya, beralih dari “Ya, kedengarannya menyenangkan!” untuk “Tentu, apa pun.”

Bagaimana menanggapinya?

- Jangan secara otomatis beramsumsi bahwa mereka marah kepada Anda: sangat mudah untuk menyimpulkan bahwa Anda dipilih, tetapi seringkali tidak demikian. Faktanya, perilaku mereka mungkin tidak ada hubungannya dengan Anda.

- Jangkau melalui telepon, obrolan video, atau secara langsung: sulit untuk menguraikan bagaimana perasaan seseorang yang sebenarnya melalui komunikasi digital. Jangkau dengan cara yang lebih ramah dan jelaskan sumber kecemasan Anda. Jangan meminta maaf atau menuduh. Jujur saja dan minta klarifikasi. Ini akan membantu Anda membangun kepercayaan dan koneksi, terlepas dari jarak.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement