Dengan demikian, siswa yang harus bergantian menggunakan ruangan hanya dua kelas saja.
"Sekarang paling hanya siswa kelas 2 yang kebagian di waktu siang, gantian dengan siswa kelas 1," ungkapnya.
Menurut Leli, pihak sekolah telah mengajukan permohonan agar mendapat bantuan perbaikan kepada pemerintah.
Ia mengatakan pengajuan tersebut saat ini telah masuk dan diterima oleh pemerintah daerah.
"Kami sudah mengajukan bantuan perbaikan untuk dua ruang kelas yang rusak berat, semoga segera direalisasikan. Laporannya sudah masuk dan telah ada tanggapan, kemungkinan akhir tahun karena sekarang tinggal nunggu pemeriksaan," ucapnya.
(Natalia Bulan)