Share

UGM Beri Penghormatan Terakhir untuk Guru Besar yang Meninggal Terseret Ombak

Natalia Bulan, Okezone · Minggu 25 September 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 65 2674583 ugm-beri-penghormatan-terakhir-untuk-guru-besar-yang-meninggal-terseret-ombak-hHCSdwmQV3.jpg UGM beri penghormatan terakhir untuk Guru Besar yang meninggal karena terseret ombak, Minggu (25/9/2022)/Antara

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) membeirkan penghormatan terakhir kepada Guru Besar Fakultas Kedokteran Profesor Samekto Wibowo yang meninggal dunia karena terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DIY, pada Sabtu (24/9/2022).

Acara penghormatan terakhir ini berlangsung di Balairung UGM, Sleman, Minggu (25/9/2022).

"Almarhum merupakan sosok panutan serta memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk perkembangan keilmuan dan kemajuan fakultas," ujar Rektor UGM Profesor Ova Emilia saat memberikan sambutan dikutip dari Antara.

Ova mengatakan selama mengabdi di UGM, Samekto dikenal sebagai sosok yang ramah, sabar, disiplin, serta memberikan kesempatan maju dan berkembang kepada para sejawat yang lebih muda serta kepada para mahasiswanya.

"Hal tersebut yang menjadi cerminan karakter pribadi beliau selama menjalankan tugas di Universitas Gadjah Mada," kata dia.

Almarhum, kata dia, menjabat sebagai Kepala Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf periode 2001-2009 dengan berbagai program dan terobosan, sehingga berhasil mencapai beberapa kemajuan.

Selanjutnya, Samekto yang juga dokter spesialis syaraf berjasa dalam pengembangan layanan pasien dengan gangguan tidur pada tahun 2009.

Saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) pada 13 Oktober 2001, Samekto menyampaikan pidato berjudul "Neuropati Diabetika dan Impotensia".

Dalam pidato tersebut, kata Ova, Samekto menyampaikan bahwa neuropati diabetik adalah gangguan saraf akibat penyakit diabetes yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa, dan dapat terjadi pada saraf di bagian tubuh manapun, neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki.

Kadar gula darah tinggi, menurut almarhum, bisa menyebabkan saraf di seluruh tubuh mengalami kerusakan dalam jangka panjang.

"Hari ini, Universitas Gadjah Mada sangat berduka karena kehilangan salah satu insan terbaiknya. Atas nama keluarga besar UGM, saya menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Prof. Dr. dr. H. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp. FK(K), Sp.S(K)," ujar Ova Emilia.

Setelah mendapat penghormatan terakhir, jenazah Samekto kemudian diberangkatkan menuju Pemakaman keluarga di Pondok Muharrikun Najah, Desa Ngawonggo, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Samekto Wibowo meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DIY, Sabtu.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron Marjono menjelaskan bahwa korban bersama beberapa rekannya berfoto di sekitar bawah tebing Pantai Sawal pada Sabtu (24/9/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Petugas, kata dia, sudah berkali-kali mengimbau agar Samekto menepi, tetapi tidak dihiraukan.

Tanpa menghiraukan imbauan, menurut Marjono, Profesor Samekto terhantam gelombang besar dan terseret hingga ke tengah perairan.

Petugas Satlinmas yang mengetahui peristiwa itu, kata dia, langsung mengevakuasi korban ke tepi pantai dan kemudian membawa ke Puskesmas Tepus.

Profesor Samekto, kata dia, mengalami pingsan dan mulut berbusa diduga akibat terlalu banyak kemasukan air.

"Namun, korban mengalami henti nafas dalam perjalanan menuju Puskesmas Tepus. Selanjutnya, jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Wonosari," ujar Marjono.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini