Share

Mendikbudristek Jalin Kerja Sama dengan Universitas Top Dunia untuk Tranformasi Pendidikan Tinggi Indonesia

Bachtiar Rojab, MNC Media · Kamis 22 September 2022 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 65 2672946 mendikbudristek-jalin-kerja-sama-dengan-universitas-top-dunia-untuk-tranformasi-pendidikan-tinggi-indonesia-Jy3G9YyuWg.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim lawatan di Amerika Serikat/Dok. Kemendikbud

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar turut bertemu dengan sejumlah pimpinan kampus di Amerika Serikat.

Di antaranya adalah Massachusetts Institute of Technology (MIT), Northeastern University, Georgetown University di Washington D.C. hingga Harvard University.

MIT sendiri, menjadi lokasi pertama Nadiem dalam melakukan pertemuan. Menurut Nadiem MIT berperan penting dalam perkembangan teknologi dan sains modern, sehingga perlu adanya eksplorasi kerja sama dengan MIT.

“Upaya Kemendikbudristek mengeksplorasi kesempatan kerja sama dengan insitusi atau universitas top dunia merupakan bukti keseriusan kami dalam mentransformasi pendidikan tinggi Indonesia,” ujar Nadiem dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut, Nadiem menuturkan, Presiden MIT, Rafael L. Reif beserta jajaran telah menyatakan siap untuk melakukan kolaborasi dengan Indonesia.

Salah satunya, bekerja sama untuk memecahkan masalah-masalah terpenting yang tengah dihadapi Indonesia.

“Saya belajar banyak dari salah satu institusi pendidikan teknik terbaik di dunia, yaitu MIT, terutama cara mereka melakukan riset, transformasi, dan kolaborasi antardisiplin. Itu yang juga tengah dilakukan di Indonesia,” terangnya.

Selain MIT, Nadiem juga singgah di Northeastern University. Di sana, Ia bercerita tentang transformasi yang tengah terjadi di Indonesia melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sedangkan Di Harvard, Nadirm bertemu dengan sejumlah professor dari Harvard Kennedy School, Harvard Business School, dan Direktur Eksekutif Harvard Center for International Development untuk bertukar pikiran. Termasuk, dalam melaksanakan peresmian program CS50.

“Program CS50 Harvard ini diperuntukkan bagi guru. Dari 11 ribu peminat, akan ada 150 guru informatika yang akan kami berangkatkan untuk belajar secara asymmetric learning di Harvard. Saya sangat berharap ke depannya lebih banyak lagi guru yang lulus dari program ini dan dapat berbagi ilmu ke guru-guru lainnya,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini