Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Mitos tentang Aurora di Dunia, dari Rubah Api hingga Dewa

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Senin, 19 September 2022 |14:19 WIB
4 Mitos tentang Aurora di Dunia, dari Rubah Api hingga Dewa
Ilustrasi (Foto: News)
A
A
A

JAKARTA- Mengulas 4 mitos tentang aurora yang tak banyak orang tahu. Aurora adalah salah satu fenomena alam berupa cahaya yang menyala-nyala layaknya sedang menari di malam hari.

Fenomena satu ini terjadi di lapisan ionosfer pada suatu planet yang terjadi lantaran adanya interaksi pada medan magnetik yang ada pada sebuah planet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Di bumi, aurora kerap terjadi di langit kutub utara dan kutub selatan.

Sebelum adanya ilmu pengetahuan, dahulu fenomena alam yang indah ini dihubungkan dengan mitos suatu kepercayaan. Lantas, apa saja mitos tentang aurora di dunia? Untuk mengetahuinya, simak ulasan okezone berikut ini.

Melansir dari Forbes, berikut ini 4 mitos tentang aurora dari penjuru dunia:

1. Rubah api

Aurora dalam bahasa Finlandia sebagai revontulet, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai api rubah. Menurut cerita rakyat Finlandia, rubah Arktik akan berlari begitu cepat membuat ekor berbulu mereka menciptakan percikan api ketika bersentuhan dengan pegunungan.

Hal yang menarik tentang mitos ini adalah ada beberapa kebenaran di dalamnya. Sebab, bulu rubah Arktik sebenarnya dapat menciptakan percikan kecil listrik statis di udara yang sangat kering di Finlandia utara.

2. Jiwa orang mati

Bagi penduduk asli Sami di Norwegia utara, Swedia, Finlandia, dan Rusia, aurora ditakuti dan dihormati. Hal ini disebabkan mereka melihatnya, hampir setiap malam selama musim dingin yang panjang di utara.

Orang Sami percaya bahwa cahaya dari aurora melambangkan jiwa orang mati dan tidak pantas untuk membicarakannya. Melambai pada fenomena alam yang cantik ini juga tidak disukai seolah-olah menarik perhatian mereka.

Orang Sami percaya bahwa cahaya akan menjangkau dan membawa pergi. Bahkan saat ini, beberapa orang Sami memilih untuk tidak melihat langsung ke wujud aurora.

3. Roh orang yang baru mati

Sama seperti kepercayaan Sami, banyak kepercayaan masyarakat Amerika Utara tentang aurora sebagai jiwa orang mati. Beberapa cerita penduduk asli Amerika mengklaim bahwa cahaya itu adalah roh-roh yang menuntun mereka yang baru saja pergi. Komunitas adat lainnya percaya bahwa mereka mampu berkomunikasi dengan orang mati ketika ada aurora.

4. Dewa

Suku Algonquin di Kanada dan Michigan Utara percaya bahwa aurora adalah pantulan dari api yang dinyalakan oleh pencipta bumi, Nanabozho. Hal ini dipercaya sebagai tanda sang pencipta masih memikirkan mereka meskipun berada jauh.

Demikian 4 mitos tentang aurora dari seluruh negara yang tak banyak orang tahu. Terlepas dari mitos yang ada keindahannya tak boleh diragukan lagi.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement