Share

5 Sikap Resmi BEM UI Terhadap Kebijakan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 13 September 2022 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 65 2666265 5-sikap-resmi-bem-ui-terhadap-kebijakan-pemerintah-menaikkan-harga-bbm-h1xU2j5Hp6.jpg Kampus UI/Dok. UI

JAKARTA - Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang mengungkapkan lima sikap resmi BEM UI terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Berikut ini lima sikap yang disampaikan Melki Sedek dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (13/9/2022).

1. Menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena berdampak secara signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan krusial masyarakat.

2. Menuntut pemerintah lebih mengandalkan penggunaan APBN untuk meredam dampak krisis energi global yang berdampak bagi masyarakat, seperti penganggaran subsidi BBM dibanding memprioritaskan berbagai PSN yang minim urgensi.

3. Menuntut pemerintah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan struktural terhadap penyaluran BBM subsidi dibanding melakukan kebijakan pintas tanpa perhitungan yang matang di masa mendatang.

4. Mendesak pemerintah untuk menjaga stabilitas harga berbagai komoditas pangan imbas dampak kenaikan BBM agar tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.

5. Meminta pemerintah untuk melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin terdampak secara efektif dengan melakukan berbagai pembenahan struktural.

Sikap tersebut kata Melki Sedek didukung oleh Aliansi UI Menolak Kenaikan BBM yang terdiri dari BEM UI, BEM IKM FKUI, BEM IM FKM UI, BEM FF UI, BEM FKG UI, BEM FIK UI, BEM Fasilkom UI, BEM FMIPA UI, BEM FT UI, BEM FIB UI, BEM FH UI, BEM FIA UI, BEM FPsi UI, BEM Vokasi UI, BEM FISIP UI.

"Ini merupakan sikap dari Aliansi UI Tolak Kenaikan BBM yang berisikan BEM UI dan BEM fakultas lainnya di UI. Ini menjadi sikap dan alasan kami menolak kenaikan BBM bersubsidi. Selanjutnya, hari ini, BEM UI akan turun aksi untuk menolak kenaikan BBM di Kementerian ESDM siang ini," ujar Melki Sedek, Selasa (13/9/2022) pagi.

Sebagaimana diketahui, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada 3 September 2022 lalu mulai berdampak terhadap semakin melonjaknya harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi serta jasa lainnya.

Kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite yang naik dari Rp 7.650/liter menjadi Rp 10.000/liter atau mengalami kenaikan harga sebesar 30,72% dan solar subsidi (Bio Solar) yang naik dari Rp 5.150/liter menjadi Rp 6.800/liter atau mengalami kenaikan harga sebesar 32,03%.

Sejumlah elemen masyarakat baik dari buruh, mahasiswa, transportasi online, ormas Islam dan daerah melaksanakan aksi unjuk rasa di berbagai daerah akibat dampak dari kenaikan BBM tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini