Share

Kagama Pilih Desa Sapit Lombok Timur Sebagai Percontohan Desa Inklusi dan Kampung Kompeten

Ji Edy Gustan, MNC Portal · Senin 12 September 2022 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 65 2665891 kagama-pilih-desa-sapit-lombok-timur-sebagai-percontohan-desa-inklusi-dan-kampung-kompeten-6KklvxaEwM.jpg Kagama pilih Desa Sapit Lombok Timur sebagai percontohan Desa Inklusi dan Kampung Kompeten/Edy Gustan

LOMBOK TIMUR - Pengurus pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menjadikan Desa Sapit, Kecamatan Suele, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai proyek percontohan desa inklusif dan kampung kompeten di wilayah tersebut.

Desa yang memiliki penduduk sekitar 5 ribu jiwa itu dipilih karena mayoritas penduduknya aktif melakukan edukasi di sejumlah bidang.

Seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, dan lain sebagainya.

Koordinator kerjasama luar negeri dan NGO pengurus pusat Kagama Anwarini mengatakan, program desa inklusi dan kampung kompeten itu bertujuan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat berbasis kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pihaknya membantu kelompok pemuda setempat dengan 500 bibit kopi untuk ditanam dan dikembangkan.

Selain itu, PP Kagama merekrut 10 orang pemuda Desa Sapit untuk dilatih sebagai barista hingga mendapat sertifikat kompetensi.

10 orang itu bagian dari 32 orang yang akan dilatih di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.

"Pelatihan ini akan berlangsung pada 19 September 2022. Gerakan ini bertujuan membangun desa inklusi dan kampung kompten di NTB," ujar Anwarini kepada wartawan Senin (12/9/2022).

Tidak saja merekrut warga Desa Sapit untuk dilatih, pihaknya juga akan mengawal mereka hingga memperoleh pekerjaan.

Begitu juga dengan penduduk Desa Sapit yang didorong membuat rumah tinggal bertaraf hotel.

PP Kagama berkoordinasi dengan Kepala Desa Sapit H. Sriatun.

Kagama menginginkan masyarakat Desa Sapit bekerja berdasarkan kompetensi masing-masing. Baik dari produksi, proses pemasaran, hingga pemanfaatan hasil kerja.

Dengan begitu, masyarakat Desa Sapit diharapkan dapat berdaya saing.

Anwarini mengatakan, tim PP Kagama terdiri atas pengurus PP Kagama H. Lalu Fauzul Idhi, pengurus Kagama cabang Lombok Timur Muhammad Ali dan pengurus daerah Kagama NTB Waluyo sudah terjun ke Desa Sapit.

Mereka bertemu kelompok pemuda yang tergabung dalam Sapit Parm. Kelompok pemuda ini melakukan pembibitan sejumlah varietas tanaman kopi.

Salah satunya varietas Arabica Typica yang merupakan varietas kopi tertua di dunia.

PP Kagama mengapresiasi gerakan pemuda Desa Sapit sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

Lagipula, Sapit Parm yang digagas sejak 2017 sudah menarik perhatian banyak.pihak level nasional. Program desa inklusi dan kampung kompeten itu terus akan berkembang ke berbagai wilayah di NTB.

Program itu saat ini juga sedang berlangsung di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Desa Sapit H. Sriatun menyambut baik gerakan Kagama peduli melalui desa inklusi dan kampung kompeten.

Dia berharap program itu berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Desa Sapit.

"Kami punya potensi baik bidang pertanian, perkebunan, maupun pariwisata. Kami butuh pendampingan seperti ini sehingga berdampak luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, selain menjadi kawasan kopi, Desa Sapit juga dikenal sebagai kawasan penghasil pisang, apukat, tembakau, durian, dan rempah-rempah.

Sektor pariwisata, Sapit memiliki kawasan wisata air panas Sebau dan tracking kawasan bukit Pal Jepang. Suasana Desa Sapit yang asri kerap mengundang wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Tidak sekadar sebagai lokasi wisata, Sriatun ingin agar desanya menjadi tempat belajar.

Tidak sedikit universitas ternama yang mengirim mahasiswanya untuk belajar. Terutama terkait pertanian dan perkebunan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini