Cangkupan wilayahnya pun cukup luas meliputi Inggris, Wales, Skotlandia, sampai utara Irlandia, seperti yang dikutip dari Ensiklopedia Britannica.
Selain itu, Kerajaan Inggris juga memiliki sejarah panjang dimulai sejak tahun 802-839 Masehi di bawah penguasa Egbert.
Raja Inggris yang pertama adalah Athelstan yang bertakhta sejak 925 sampai 939 Masehi.
Lalu, sejak rezim Willim the Conqueror, peralihan kepemimpinan ditetapkan dari raja kepada anak laki-laki pertama.
Namun, terdapat perubahan pada tahun 1702 yang disebabkan wafatnya Raja William III.
Parlemen Inggris memberikan Act of Settlement, sebuah gelar penguasa yang akan diserahkan kepada Anne dan keturunannya.
Hal ini mengubah ketetapan sebelumnya, para perempuan juga bisa mewarisi takhta, selama tidak ada anak laki-laki yang dapat menduduki posisi itu.
Saat itu, hukum umum di Inggris menyatakan bahwa ahli waris laki-laki menjadi pewaris sebelum saudara perempuan mereka.
Dengan kesepakatan kekuasaan Gereja Inggris pula, Act of Settlement pun menyatakan bahwa setiap ahli waris yang menikah dengan seorang Katolik Roma, akan dihapus dari garis suksesi.
Pada awal sebelum menjadi Inggris Raya, pulau di barat laut Eropa tadinya dikenal sebagai peradaban Anglo-Saxon.
Namun, pada abad ke-5, suku Jermanik yang berasal dari daratan Eropa bermigrasi ke pulau Inggris dan berubah menjadi peradaban Anglo-Saxon.
Ada tujuh kerajaan utama di era Angelo-Saxon, yang akhirnya bersatu di bawah wessex. Tujuh kerajaan itu adalah:
1. East Anglia
2. Mercia
3. Northumbria
4. Wessex
5. Essex
6. Kent
7. Sussex
Berikut penguasa Inggris di era Anglo-Saxon dan tahun berkuasanya seperti dikutip dari Ensiklopedia Britannica:
• Egbert (802-839)
• Aethelwulf (Ethelwulf) (839-856)
• Aethelbald (Ethelbald) (856-860)
• Aethelberht (Ethelbert) (860-865)
• Aethelred I (Ethelred) (865-871)
• Alfred the Great (871-899)
Setelah kematian Edward the Elder, Athelstan naik takhta. Saat itu, kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon bersatu dan terbentuklah Britania Raya untuk pertama kalinya:
• Athelstan (925-939)
• Edmund I (939-946)
• Eadred (Edred) (946-95)
• Eadwig (Edwy) (955-959)
• Edgar (959-975)
• Edward the Martyr (975-978)
• Ethelred II the Unready (Aethelred) (978-1013)
Keluarga Danes (Danish)
• Sweyn Forkbeard (1013-1014)
Keluarga Saxon
• Ethelred II the Unready kembali naik takhta (1014-1016)
• Edmund II Ironside (1016)
Keluarga Norman (Normandy)
• William I the Conqueror (1066-1087)
• William II (1087-1100)
• Henry I (1100-1035)
Keluarga Blois
• Stephen (1135-1154)
Keluarga Plantagenet
• Henry II (1154-1189)
• Richard I (1189-1199)
• John (1199-1216)
• Henry III (1216-1272)
• Edward I (1272-1307)
• Edward II (1307-1327)
• Edward III (1327-1377)
• Richard II (1377-1399)
Keluarga Lancaster
• Henry IV (1399-1413)
• Henry V (1413-1422)
• Henry VI (1422-1461)
Keluarga York
• Edward IV (1461-1470)
Keluarga Lancaster
• Henry VI kembali bertakhta(1470-1471)
Keluarga York
• Edward IV kembali bertakhta (1471-1483)
• Edward V (1483)
• Richard III (1483-1485)
Keluarga Tudor
• Henry VII (1483-1509)
• Henry VIII (1509-1547)
• Edward VI (1547-1553)
• Mary I (1553-1558)
• Elizabeth I (1558-1603)
Setelah Elizabeth I bertakhta, Raja James VI dari Skotlandia menguasai Inggris Raya dan menobatkan dirinya sebagai James I Inggris.
Kemudian kerajaan Inggris dan kerajaan Skotlandia baru bersatu pada 1707 lewat Act of Union.
Keduanya kemudian menjadi Kerajaan Britania Raya.
Sementara United Kingdom (Inggris) baru terbentuk pada 1 Januari 1801 ketika Britania Raya bergabung dengan Irlandia. Berikut urutannya: