Share

Pendidikan Pancasila jadi Mata Pelajaran Wajib di RUU Sisdiknas

Inin Nastain, Koran Sindo · Jum'at 02 September 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 624 2659441 pendidikan-pancasila-jadi-mata-pelajaran-wajib-di-ruu-sisdiknas-eZn5zmuCtZ.jpg Ilustrasi/Okezone

NUSA DUA - Pendidikan Pancasila akan menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari para siswa. Hal itu seiring dengan dicantumkannya Pendidikan Pancasila dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas yang diusulkan pemerintah kepada DPR.

Masuknya pendidikan Pancasila dalam RUU itu, tertuang pada pasal 81.

"Usulan menjadikan Pendidikan Pancasila menjadi muatan dan mata pelajaran wajib termuat dalam pasal 81 dan 84 pada naskah RUU Sisdiknas," kata Kepala Badan Standar, Asesmen, dan Kurikulum Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo di sela-sela Fourth Education Working Group (EdWG) G20, di Nusa Dua, Bali, Jumat (2/9/2022).

Dijelaskannya, masuknya pendidikan Pancasila menjadi sesuatu yang baru.

Pasalnya, pada Undang-Undang Sisdiknas yang berlaku saat ini, lanjut Anindito, Pendidikan Pancasila tidak tercantum sebagai muatan maupun mata pelajaran wajib pada kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

Selain mengatur adanya mata pelajaran wajib, RUU Sisdiknas juga mencantumkan adanya muatan wajib dalam kurikulum.

Muatan wajib itu yakni matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA), ilmu pengetahuan sosial (IPS), seni budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kecakapan hidup, dan muatan lokal.

Follow Berita Okezone di Google News

"Pembelajaran muatan wajib tidak harus dilakukan dalam bentuk mata pelajaran masing-masing, tetapi bisa diorganisasikan secara fleksibel, relevan, dan kontekstual. Dengan demikian, satuan pendidikan dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan lintas disiplin/multi disiplin," jelas dia.

Di sisi lain, sejalan dengan visi dan misi Kemendikbudristek untuk mewujudkan SDM unggul yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila, semangat gotong royong yang merupakan intisari dari Pancasila dan merupakan salah satu profil Pelajar Pancasila, sangat diapresiasi oleh negara-negara peserta EdWG G20.

"Seperti pesan mas Menteri, semangat gotong royong hendaknya menjadi penguat komitmen negara-negara di dunia untuk memulihkan pendidikan pascapandemi. Pendidikan yang lebih inklusif dan menyejahterakan," tutur Anindito yang juga menjabat sebagai Co-Chair EdWG pada Presidensi G20 tahun ini.

Terpisah, pakar Hukum dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia Kris Wijoyo Soepandji merespon positif terkait masuknya mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib bersama dengan Pendidikan Agama dan Bahasa Indonesia.

“Langkah pemerintah memasukkan Pancasila dalam mata pelajaran melalui RUU Sisdiknas patut diapresiasi,” kata Kris.

Ditegaskannya, hal itu bisa menjadi penegas identitas nasional di lingkungan pendidikan.

Wujudnya, lanjut dia, akan tercermin dalam kehidupan bernegara baik dalam sistem hukum maupun kehidupan sehari-hari.

“Ketentuan tersebut akan memiliki dampak positif apabila Pancasila didudukkan kembali sebagai dasar kepribadian nasional karena berasal esensi nilai-nilai peradaban bangsa Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut Kris menjelaskan, nilai-nilai Pancasila tidak hanya untuk kehidupan bernegara di dalam negeri semata.

Lebih jauh dari itu, bisa menjadi prinsip dalam menentukan sikap geopolitik secara global.

“Apabila nilai-nilai Pancasila dijaga dan diwujudkan pada tatanan masyarakat, maka bangsa Indonesia memiliki patokan untuk menjaga dinamika di dalam. Sedangkan untuk keluar, Pancasila dapat menjadi prinsip yang ditawarkan bangsa Indonesia bagi dunia,” jelas Kris.

Sementara itu, pemerintah telah resmi mengusulkan RUU Sisdiknas untuk menjadi Program Legislasi (Prolegnas) Prioritas Tambahan Tahun 2022 kepada Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. RUU Sisdiknas akan mengintegrasikan tiga Undang-Undang (UU) terkait pendidikan, yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi ke dalam RUU Sisdiknas.

Masyarakat dapat mengunduh dan mempelajari Naskah Akademik serta Naskah RUU Sisdiknas melalui laman https://sisdiknas.kemdikbud.go.id/.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini