Share

Alumnus UNS di Balik Suksesnya Kebab Turki Baba Rafi: Dari Lantai Trotoar ke Lantai Bursa

Natalia Bulan, Okezone · Kamis 01 September 2022 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 01 65 2658683 alumnus-uns-di-balik-suksesnya-kebab-turki-baba-rafi-dari-lantai-trotoar-ke-lantai-bursa-4aKgj2y3Wi.jpeg Eko Pujianto/Dok. UNS

Sementara perasaan Eko setelah IPO tentu sangat luar biasa bangga. Karena end level dari sebuah perusahaan adalah yang terbuka.

Dengan adanya IPO, tim dan manajemen perusahaan diharapkan semakin terkelola dengan baik, rapi, juga professional.

Dengan begitu dapat menciptakan kepercayaan di masyarakat. Selain itu dengan IPO juga mendapatkan akses pemodalan.

Lebih lanjut, setelah IPO secara perusahaan dan brand bisa lebih percaya diri, lebih dikenal. Serta tak ketinggalan, dapat men-trigger UMKM lain untuk melantai pula di pasar modal Indonesia.

Hal yang perlu diingat untuk IPO tak perlu menunggu bisnis besar terlebih dahulu. Tapi jadilah besar dengan IPO.

โ€œKetika ingin memulai bisnis di Food and Beverages (F&B), kita akan menghadapi dengan kerigidan dan kerumitan yang luar biasa tapi ini terpola. Maka harus kita kontrol betul dan jangan sampai lengah," jelas Eko.

"Misalnya saja memastikan apakah stok yang ada sinkron dengan penjualan, karena dalam bisnis ini uang tak hanya dalam bentuk fisik saja. Efisiensi kita saat memasak, ketersediaan stok juga termasuk uang. Maka pahami betul sistem bisnis F&B adalah hal yang penting,"

"Kemudian kita pastikan produk yang dijual enak dan disukai konsumen. Setelah itu kita perhatikan branding dan promotion untuk memperkuat produk F&B kita,โ€ tambah Eko.

Sementara itu, selama mengembangkan bisnis Kebab Turki Baba Rafi yang namanya kendala pasti ada.

Namun sebagaimana yang diungkapkan Eko kendala tersebut justru yang menandakan bisnis kita berkembang. Kuncinya adalah kita harus persistem dan tahan banting terhadap kendala itu.

Terkadang kendala terbesar hadirnya dalam diri kita. Kita yang tak mau belajar atau tak mau naik kelas untuk mencari solusi saat menghadapi kendala tersebut.

โ€œDi sisi lain cara kami bisa existing sampai saat ini kuncinya ada pada inovatif, atraktif, dan adaptif. Untuk inovasi bisa dengan inovasi produk atau inovasi model. Kemudian atraktif kita harus mampu membuat orang lain terarik terhadap produk kita. Terakhir adaptif kita harus sesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan market,โ€ tutur Eko.

Follow Berita Okezone di Google News

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini