Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Kitab Terkutuk Terlarang di Dunia, Bikin Ngeri yang Baca

Rina Anggraeni , Jurnalis-Sabtu, 27 Agustus 2022 |08:42 WIB
7 Kitab Terkutuk Terlarang di Dunia, Bikin Ngeri yang Baca
Ilustrasi (Foto:Okezone)
A
A
A

2. Coming of Age in Samoa

Buku Coming of Age in Samoa: A Psychological Study of Primitive Youth for Western Civilization adalah buku tahun 1928 karya antropolog Amerika Margaret Mead. Berdasarkan penelitian dan studinya tentang pemuda – terutama gadis remaja – di pulau Taʻū di Kepulauan Samoa. Buku tersebut merinci kehidupan seksual remaja dalam masyarakat Samoa pada awal abad ke-20, dan berteori bahwa budaya memiliki pengaruh utama pada perkembangan psikoseksual.

3. Prince

Buku ini membuat para penguasa dan para pemimpin bahwa otoritarianisme, pemaksaan dan kejahatan memiliki potensi yang lebih besar daripada pemerintahan yang baik hati, kejujuran, kemanusiaan dan agama.

4. The Pivot Of Civilization

Buku ini berisi kontrol ras manusia dengan pembiakan selektif. Buku ini juga menjelaskan kemurnian ras yang terjadi tiga tahun sebelum Hitler melakukan hal yang sama di bukunya. Menurut Margaret, manusia yang lebih rendah perlu dibunuh karena ras yang lebih ungguh muncul dari waktu ke waktu. Dia berpikiran bahwa orang-orang yang cacat mental membatasi kesuburan mereka.

5. Mein Kampf

Buku ini mencakup pembunuhan massal orang Yahudi, dan perang melawan Perancis dan Rusia yang memberikan ruang hidup bagi Jerman.

6. Codex Gigag

Sejumlah ahli percaya bahwa kitab ini berasal dari biara Benedictin, Bohemia, Cekoslowakia. Naskah ini disusun dengan juru tulis yang sama dalam Bahasa Latin, Yunani, Ibrani dan abjad Slavia.

7. Baby And Child Free

Awalnya buku ini mendapatkan persetujuan dunia namun tidak lagi setelah terjadi banyak kematian lemas pada bayi karena tidur tengkurap. Jumlah kematian mencapai 50 ribu bayi.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement