Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makan Semangka pada 6.000 Tahun Lalu Ternyata Bisa Mematikan, Bagaimana Penjelasannya?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2022 |15:49 WIB
Makan Semangka pada 6.000 Tahun Lalu Ternyata Bisa Mematikan, Bagaimana Penjelasannya?
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

JAKARTA - Semangka sudah dikonsumsi khalayak luas di Mesir sekitar 4.300 tahun lalu, menurut rangkaian gambar kuno yang ditemukan pada lembaran papirus dari era tersebut.

Namun biji semangka tertua yang diketahui sejauh ini ditemukan di Libya dan berumur 6.000 tahun lampau.

Sekelompok peneliti internasional menganalisa DNA biji-biji ini dan mendapati bahwa korelasinya amat berbeda dengan semangka yang kita santap zaman sekarang.

Isi buah semangka dari 6.000 tahun lalu ditengarai terasa pahit dan berwarna putih. Manusia yang menyantapnya bisa meninggal dunia.

Kerja detektif

Biji semangka kuno ditemukan di situs arkeologi bernama Uan Muhuggiag, di wilayah yang kini dikenal Gurun Sahara, sebelah selatan Libya.

Untuk mengungkap asal-usul biji tersebut, para ilmuwan menggunakan teknik 'arkeogenomi' atau analisis genom-genom purba.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement