Share

5 Orang Asing yang Berjasa Membantu Kemerdekaan Indonesia, Salah Satunya Mata-Mata Jepang

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Selasa 16 Agustus 2022 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 624 2648760 5-orang-asing-yang-berjasa-membantu-kemerdekaan-indonesia-salah-satunya-mata-mata-jepang-d4S6ROocOE.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ada 5 orang asing yang berjasa membantu kemerdekaan Indonesia harus Anda ketahui. Indonesia merdeka dengan susah payah setelah berhasil melepaskan diri dari penjajahan Belanda dan Jepang. Berbagai elemen masyarakat meliputi para pemuda hingga tokoh lintas agama seluruhnya berjuang demi merebut kemerdekaan ibu pertiwi.

Namun yang unik, ternyata ada beberapa orang dari negeri penjajah Belanda atau blasteran Indo-Belanda yang justru all out dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Hal itu didasarkan atas rasa cinta dengan Indonesia yang mengalahkan rasa

Berikut 5 orang asing yang berjasa membantu kemerdekaan Indonesia dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Baron van Hoevell

Baron van Hoevell dikenal sebagai seorang pendeta yang juga negarawan asal Belanda. Dilansir dari laman boombastis.com, selama bertugas di Batavia pada tahun 1848, ia kerap memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang dianggap tidak pro rakyat. Akibat perbuatannya, Baron sempat diusir oleh pemerintah Belanda lantaran dianggap radikal.

Baron juga paling vokal menolak program tanam paksa atau cultuurstelsel yang diterapkan Belanda terhadap rakyat Indonesia. Ia memang konsisten berjuang demi kesejahteraan rakyat pribumi di mana salah satunya ialah pengembangan pendidikan layak tanpa adanya diskriminasi.

2. Faradj bin Said

Faradj adalah seorang pedagang keturunan Yaman yang berjasa dalam detik-detik kemerdekaan Indonesia. Faradj adalah pemilik rumah di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini yang menjadi tempat dibacakannya teks proklamasi. Rumah itu diketahui juga menjadi tempat tinggal sementara Soekarno menjelang pembacaan proklamasi.

3. Laksamana Muda Tadashi Maeda

Nama Laksamana Muda Tadashi Maeda atau Laksamana Maeda mungkin tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Ia merupakan seorang perwira tinggi Angkatan Laut Jepang.

Sosok Maeda menaruh simpati yang besar terhadap kemerdekaan Indonesia sejak ia menjabat atase militer di Belanda. Rasa simpatinya disalurkan dengan cara bertemu dengan para tokoh mahasiswa Indonesia, seperti Achmad Soebardjo, Hatta, dan Nazir.

Saat Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom, Maeda bahkan membenarkan berita tersebut dan meyakinkan untuk diadakan rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 16 Agustus 1945. Ia juga menjamin keselamatan untuk melakukan rapat di rumahnya yaitu di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia membuatnya ditangkap tentara sekutu pada 1946 dan dipenjara setahun di gang Tengah. Setelah itu ia dikembalikan ke Jepang.

Berkat jasanya atas kemerdekaan Indonesia, pada 1976 Laksamana Maeda diundang oleh Pemerintah Indonesia untuk ikut merayakan HUT RI. Dikesempatan itu pula Maeda dihadiahi Bintang Jasa Nararya oleh Pemerintah Indonesia yang diwakilkan oleh duta besar RI untuk Jepang, Antonius Joseph Witono.

4. Tomegoro Yashizumi

Diketahui bahwa Tomegoro Yashizumi merupakan seorang wartawan sekaligus mata-mata Jepang yang kemudian membelot demi kemerdekaan Indonesia. Ia bahkan bergabung bersama pasukan Tan Malaka dan diberi nama baru, yaitu Arif.

Perjuangannya bersama bangsa Indonesia harus ia akhiri lantaran ia gugur di Blitar, 10 Agustus 1948. Kini makamnya bisa ditemukan di Taman Makam Pahlawan, Blitar, Jawa Timur.

5. Ichiko Tatsuo

Satu lagi orang Jepang yang membelot demi kemerdekaan Indonesia yaitu Ichiko Tatsuo atau Abdul Rachman. Nama Abdul Rachman diberikan oleh Haji Agus Salim sebagai bentuk penghargaan karena telah menjadi penasehat untuk Divisi Pendidikan PETA.

Tatsuo juga menjadi Wakil Komando Pasukan Gerilya Istimewa di Semeru, Jawa Timur. Pada 9 Januari 1949, Tatsuo gugur di Desa Dampit, Malang, karena tertembak Belanda.

Untuk memperingati jasanya, Soekarno memberikan sebuah teks yang disimpan dalam Biara Budha Shei Shoji di Mintoko, Tokyo, pada Februari 1958. Teks tersebut bertuliskan “Kepada sdr. Ichiki Tatsuo dan sdr. Yoshizumi Tomegoro. Kemerdekaan bukanlah milik bangsa saja, tetapi milik semua manusia. Tokyo, 15 Februari 1958. Soekarno.

(RIN)

Itulah 5 orang asing yang berjasa membantu Kemerdekaan Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini