Share

Menkes Budi Sadikin Dukung Unair Kembangkan Teknologi Stem Cell

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 29 Juli 2022 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 65 2638673 menkes-budi-sadikin-dukung-unair-kembangkan-teknologi-stem-cell-tzueDWqHu8.jpg Menkes Budi Sadikin dukung Unair kembangkan teknologi stem cell/Kiswondari P

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendukung pengembangan teknologi pengobatan mutakhir stem cell atau sel picna yang masih minim di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan melalui Webinar dan Workshop Stem Cell Batch ke-17 yang bertajuk 'Multidicipline Approach of Stem Cell Therapy', acara ini digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair).

Selain Menkes, turut juga hadir Ketua Komite Sel Punca Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Amin Soebandrio.

Menkes Budi Gunadi menjelaskan, Kemenkes RI merespon positif adanya upaya pengembangan teknologi sel punca.

"Melalui adanya pandemi, Kemenkes menyadari bahwa diperlukan adanya transformasi terhadap sistem kesehatan Indonesia khususnya peningkatan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, adanya teknologi baru akan selalu kami respons dengan penuh keterbukaan," kata Budi Gunadi dalam Webinar yang digelar, Jumat (29/7/2022).

Budi Gunadi menjelaskan, upaya pengembangan teknologi sel punca ini sejalan dengan enam transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes salah satunya transformasi teknologi kesehatan.

"Jika nanti memang riset sudah sesuai dengan prosedur dan etik yang yang ada serta hasil health assessment juga dikatakan layak, maka adopsi teknologi sel punca sebagai layanan kesehatan Indonesia bisa segera diwujudkan," terangnya.

Kemudian, dalam pidato pembukaannya, Rektor Unair Mohammad Nasih menyampaikan harapannya, agar ada lebih banyak kolaborasi yang sinergis antara banyak pihak dan disiplin ilmu dalam upaya pengembangan sel punca.

Menurut Nasih, di samping banyaknya manfaat medis yang bisa diberikan oleh pengembangan teknologi sel punca, muncul juga resiko terkait dengan keamanan, efikasi, dan etik.

"Karenanya diperlukan adanya kolaborasi yang sinergis dari banyak pihak dan disiplin ilmu dalam pengembangan teknologi sel punca guna menekan tingkat resiko yang ditimbulkan. Jadi Setidaknya kita bisa mengurangi tingkat resiko menjadi sebanding dengan manfaat yang diberikan apabila sel punca ini nantinya dapat menjadi layanan kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Webinar Purwati menjelaskan, acara webinar yang diadakan pada 26-27 Juli itu merupakan ajang kerjasama yang dilangsungkan antara Kementerian Kesehatan, Komite Nasional Sel Punca Indonesia, AWMI dan IDI.

Beliau juga menjelaskan bahwa tujuan dari workshop ini adalah untuk mendukung penyelenggaraan stem cell di Indonesia supaya tidak terjadi capital flight di bidang stem cell.

โ€œSelain itu, tujuan dari workshop ini juga adalah untuk mendidik sumber daya manusia di bidang teknologi seluler dan molekuler untuk dapat mengembangkan dan mengaplikasikan di institusinya ataupun di laboratorium, sehingga dapat mengembangkan riset translasional untuk percepatan aplikasi di klinik mapun di rumah sakit," paparnya di lokasi.

Purwati yang juga Ketua Stem Cell Research and Development Center Universitas Airlangga menjelaskan, workshop kali ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat.

"Workshop ini kami bagi menjadi dua gelombang, karena minat peserta yang tinggi. Totalnya untuk webinar dan workshop ada 292 peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kami harapkan, workshop ini bisa membawa manfaat semaksimal mungki bagi pengembangan teknologi sel punca di Indonesia," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini