Bank Puntung
Saat ini, putra kedua pasangan Sardiyoko dan Mela Damayanti itu tidak lagi hanya memungut puntung rokok di jalanan, tetapi dia juga bekerja sama dengan warkop, kafe, rumah makan dan tetangga sekitarnya yang dinamai "Bank Puntung".
Lewat Bank Puntung inilah Bhre mengedukasi pemilik warkop, kafe, rumah makan maupun tetangganya untuk tidak lagi membuang puntung rokok sembarangan, namun dikumpulkan dalam wadah yang Bhre taruh.
Dampak dari Bank Puntung ini sekarang sudah ada 25 tempat yang tidak lagi membuang sampah puntung rokoknya sembarangan. Ketika wadah Bank Puntung sudah penuh terisi, pemilik warkop akan menghubungi Bhre untuk diambil.
Dari Maret-Juli, Bhre sudah mengumpulkan 33 ribu lebih puntung rokok dan mengolahnya menjadi 174 buah kerajinan yang terdiri dari 12 jenis.
Tidak hanya itu Bhre juga telah mensosialisasikan tentang bahaya puntung rokok dan bagaimana cara mengolahnya kepada 1.500 lebih orang.
Sementara itu, Sardiyoko ayah Bhre memberikan dukungan anak keduanya itu. Apalagi ide tersebut belum ada yang mengerjakan di Indonesia bahkan di dunia yang dilakukan oleh anak kecil.
Bahkan, Sardiyoko juga memberikan masukan untuk ide-ide membuat jenis kerajinan baru dari puntung rokok.
Tidak hanya itu, Bhre juga pernah diminta menjadi pembicara dalam Webinar Hidup Sehat dan Produktif Tanpa Rokok yang diadakan oleh Tunas Hijau dan juga diundang menjadi narasumber dalam acara Kelas Inspiratif Anak yang diadakan oleh Kampung Lali Gadget.
Dari hasil kegiatannya ini saat ini Bhre terpilih menjadi finalis dalam acara Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2022 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau.