Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bhre Bhawana, Siswa SD yang Ubah Puntung Rokok jadi Lukisan dan Kerajinan

Natalia Bulan , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |12:58 WIB
Bhre Bhawana, Siswa SD yang Ubah Puntung Rokok jadi Lukisan dan Kerajinan
Bhre Bhawana, siswa SDN Pacar Keling V Surabaya saat memperlihatkan lukisannya yang terbuat dari puntung rokok kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi/Antara
A
A
A

Dari internet pula Bhre mendapatkan informasi jika puntung rokok bisa diolah menjadi barang-barang yang berguna dan bernilai ekonomis.

Seperti di India, puntung rokok bisa diolah menjadi boneka, bantal dan kasur. Bahkan di Amerika diolah menjadi plastik dan bantalan rel, di Australia diolah menjadi batu bata dan lapisan jalan.

Sedang di Indonesia sebagai penyumbang sampah puntung rokok terbesar ke dua di dunia, puntung rokok puntung rokok belum banyak yang mengelolanya.

Inisiatif pertama muncul ketika Bhre sepulang dari bermain bola melihat banyak puntung rokok berserakan di mana-mana.

"Kok seperti mengganggu kebersihan dan tidak ada yang peduli. Padahal puntung rokok kan sampah. Lalu saya diskusikan sama ayahku, apa bisa diolah. Lalu oleh ayahku, saya disuruh buka internet dan YouTube," kata Bhre ketika ditanya dari mana ide mengolah puntung rokok itu.

Dari sinilah kegiatan Bhre yang berhubungan dengan puntung rokok dimulai.

Dia mulai mengumpulkan puntung rokok yang berserakan di sekitar kampungnya. Dia tak malu-malu memungut puntung rokok di lapangan, pasar, pinggir jalan hingga di sekitaran warung kopi.

Aktivitas ini dilakukannya sepulang sekolah atau sebelum berangkat sekolah. Hingga dalam sebulan Bhre bisa mengumpulkan 1.300 lebih puntung rokok.

Bhre mengaku pernah dianggap anak tidak waras oleh beberapa orang karena memungut dan mengumpulkan puntung rokok.

"Ada juga yang marah-marah, katanya orangtuamu bagaimana kok nyuruh anaknya 'ngothes' (Ngothes adalah kosa kata Surabaya yang berarti memungut puntung rokok). Sejak itu saya dijuluki Bhre Othes," kata dia.

Menurut Bhre, puntung rokok yang terkumpul lagi dia pisah menjadi tiga bagian yaitu kertasnya, filternya dan tembakaunya.

Masing-masing bagian itu diolah menjadi kerajinan yang berbeda. Kertasnya dia olah menjadi kertas daur ulang, patung, miniatur daun dan kotak perhiasan.

Sedang filternya diolah menjadi miniatur pohon, miniatur meja dan kursi, lukisan, tempat pensil, pigura foto, pot dan vas bunga, gantungan kunci hingga kopiah. Sedang tembakaunya bisa diolah menjadi pestisida alami.

Setelah dipisahkan menjadi tiga bagian, sebelum diolah menjadi kerajinan filter rokok direndam dahulu dengan air yang dicampur dengan larutan cuka, garam dan jeruk nipis selama sehari semalam.

Fungsinya untuk menghilangkan zat-zat berbahaya yang masih menempel di filter.

Setelah itu dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kering. Lalu dicuci kembali menggunakan pewangi untuk menghilangkan bau rokoknya.

Jadi puntung rokok yang diolah menjadi kerajinan sudah tidak lagi berbau rokok dan sudah higienis.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement