Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Citayam Fashion Week di Sudirman, Psikolog: Ajang Remaja untuk Aktualisasi Diri

Natalia Bulan , Jurnalis-Kamis, 07 Juli 2022 |10:04 WIB
Fenomena Citayam Fashion Week di Sudirman, Psikolog: Ajang Remaja untuk Aktualisasi Diri
Tanggapan psikolog tentang fenomena Citayam Fashion Week/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Beberapa waktu ini tengah viral tentang istilah Citayam Fashion Week atau Citayem Fashion Week yang menunjukkan anak-anak remaja alias ABG asal Citayam, Bojonggede, Depok yang berkumpul di Stasiun Dukuh Atas BNI Jakarta.

Menurut Psikolog asal Indonesia, Tika Bisono, para ABG yang berkumpul di sana adalah wujud para remaja yang ingin menunjukkan aktualisasi dirinya.

"Kita tahu bahwa anak-anak membutuhkan tempat untuk aktualisasi dan tentunya tempat-tempat yang dianggap keren dan dianggap mewakili mereka, tempat-tempat yang memungkinkan mereka mendapatkan penonton," jelas Tika Bisono saat dihubungi Okezone, Rabu (6/7/2022).

Menurutnya, usia remaja adalah waktunya untuk menunjukkan dirinya sendiri dan apa pun yang mereka miliki untuk mendapatkan pengakuan banyak orang.

Jika mereka tidak menemukan tempat untuk menunjukkan hal tersebut, pastinya para remaja itu akan mencari agar hasrat tersebut terpenuhi.

"Persoalannya, kalau sudah menggunakan fasilitas umum mereka terbentur dengan aturan, seharusnya dikembalikan ke yang punya aturan," jelasnya.

"Kalau di Sudirman ini juga digunakan pejalan kaki dan tempat umum, ya harusnya dilarang," tambahnya.

Meski dilarang, Tika Bisono menyebutkan harusnya para remaja ini diberikan tempat khusus untuk para remaja berkumpul dan melakukan apa pun yang mereka mau.

Menurutnya, Pemerintahlah yang harusnya merekayasa tempat untuk para remaja yang membutuhkan aktualisasi dirinya.

"Sifat menunjukkan sesuatu ini adalah ciri khas remaja dan tidak bisa diredam. Karena secara alamiah memang mereka sedang berada di posisi membangun identitas diri, membangun jati diri, dan membangun pertanyaan 'aku ini siapa?'" jelasnya.

Tentunya tidak bisa menyalahkan para remaja ini terlebih jika keluarga, masyarakat, dan bahkan pemerintah tidak bisa memberikan fasilitas penunjang untuk mereka.

"Pemerintah tidak mengalokasikan tempat untuk para remaja nongkrong dan adu keistimewaan mereka," tambahnya.

Tika Bisono berharap pemerintah dapat memberikan tempat-tempat khusus untuk para remaja ini bisa berkumpul, nongkrong, dan memamerkan kemampuan mereka seperti di era masa mudanya.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement