Share

Tokoh Pendidikan Dunia Paling Menginspirasi, dari Ibnu Sina hingga Ki Hajar Dewantara

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 10 Juli 2022 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 65 2624808 tokoh-pendidikan-dunia-paling-menginspirasi-dari-ibnu-sina-hingga-ki-hajar-dewantara-DHzLlCyQRW.jpg

JAKARTA - Pendidikan mempunyai peran penting dalam meningkatkan kemajuan setiap bangsa dan negara. Bidang ini terus mengalami perkembangan, dengan adanya kontribusi para tokoh maupun pegiat pendidikan.

Sejumlah tokoh pendidikan bahkan mampu memberikan inspirasi bagi dunia. Berikut tokoh pendidikan dunia yang menginspirasi.

Ibnu Sina

Ibnu Sina atau yang dikenal pula dengan sebutan Avicenna lahir di Bukhara, Uzbekistan pada 980 Masehi. Sejak masih kecil, ia sudah memperlihatkan kecerdasannya. Pada usia remaja, ia belajar ilmu penalaran dari seorang guru, kemudian mempelajari pemikiran filsuf era Hellenistik secara otodidak.

Pada usia 16 tahun, Ibnu Sina mulai mempelajari ilmu pengobatan. Ibnu Sina aktif menuliskan pemikirannya sejak usia 21 tahun. 240 karya Ibnu Sina mencakup berbagai bidang. Karyanya adalah kombinasi pemikiran Neoplatonik serta filsafat Aristoteles dengan teologi Islam. Buku Ibnu Sina berjudul Al Qanun fi At Thibb menjadi rujukan utama dunia kedokteran Eropa hingga pertengahan abad ke-17.

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Pria dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat ini berkesempatan menempuh pendidikan bersama anak Eropa di sekolah dasar Eurepeesche Lageree School (ELS). Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di sekolah kedokteran STOVIA. Ia juga aktif di organisasi Budi Utomo. Pada Desember 1912, Ki Hajar membentuk Indische Partij bersama Douwes Dekker dan dr Cipto Mangunkusumo guna mewujudkan kemerdekaan.

Sewaktu Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda, ia memanfaatkan waktunya untuk mendalami pendidikan serta pengajaran. Pada 1918, ia kembali ke Tanah Air dengan fokus membangun pendidikan sebagai perjuangan meraih kemerdekaan. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa. Taman Siswa ini menekankan pendidikan dengan rasa kebangsaan kepada siswa. Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara pernah menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.

Albert Einstein

Albert Einstein merupakan fisikawan yang memenangkan Hadiah Nobel di bidang Fisika pada 1922. Einstein lahir di Ulm, Jerman pada 14 Maret 1879. Sejak kecil, kecintaan terhadap fisika dan matematika sudah terlihat pada diri Einstein. Pada 1900, Einstein menyelesaikan pendidikannya di Politeknik Federal Swiss di Kota Zurich.

Penemuan yang dilakukan oleh Einstein cukup banyak. Namun, ada tiga penemuan besar yang ditemuakn oleh Albert Einstein, yaitu penemuan teori relativitas khusus, teori relativitas umum, dan teori kesetaraan massa energi.

Maria Montessori

Maria Montessori lahir di Chiaravalle, Italia pada Agustus 1870. Ia merupakan seorang pendidik, ilmuwan serta dokter. Sebelum tertarik pada pendidikan, Montessori adalah wanita pertama di Italia yang mendapat pelatihan menjadi seorang dokter. Ia ditugaskan untuk pasien rumah sakit jiwa. Di sana ia bertemu dengan anak-anak yang memicu semangatnya untuk berkiprah di dunia pendidikan.

Karya yang telah diciptakan Maria Montessori adalah metode Montessori. Metode Montessori menekankan pada keaktifan serta kemandirian anak dengan konsep pembelajaran langsung melalui praktik serta permainan yang kolaboratif. Metode ini kemudian menyebar ke banyak negara dan masih diterapkan hingga kini. (wid)

Diolah dari berbagai sumber:

Tika Vidya Utami-Litbang MPI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini