Untuk kelas virtual di Pasar Kliwon ini ada satu rombongan belajar dengan 36 calon peserta didik baru.
"Sebetulnya kalau di Solo tidak ada blank spot karena kalau tidak ada SMA di daerah itu pasti ada SMK maupun sebaliknya, tetapi (secara umum) di Jawa Tengah banyak daerah blank spot," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, untuk sistem pembelajaran kelas virtual ini hampir sama dengan sekolah pada umumnya.
Meski demikian, yang membedakan adalah 75% pembelajaran dilakukan secara daring.
"Jadi nanti tetap ada tatap muka juga," katanya.
Ia mengatakan salah satu syarat mendaftar kelas virtual adalah siswa tersebut harus mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPBD) secara daring dan mereka belum diterima di sekolah lain.
Terkait hal itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Kalau dari instruksi pak gubernur seperti itu, (di Solo) ada di Pasar Kliwon," katanya.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik