Share

Dosen FK Unpad Terpilih Jadi Peserta di Program Kepemimpinan Ilmuwan Kelas Dunia

Tim Okezone, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 65 2620838 dosen-fk-unpad-terpilih-jadi-peserta-di-program-kepemimpinan-ilmuwan-kelas-dunia-qd14EF0ERN.jpg Dosen FK Unpad, Mas Rizky A.A. Syamsunarno, dr., M.Kes., PhD/Dok. Unpad

“Kami menyadari bahwa peneliti Indonesia memiliki potensi yang begitu besar,” ujar Dewi.

Sebagai media berbasis analisis independen dari beragam peneliti tanah air, The Conversation Indonesia melihat bahwa besarnya potensi tersebut belum mendapatkan dukungan yang memadai.

“Untuk dapat memberikan dukungan yang tepat, kami melakukan studi mendalam untuk memetakan tantangan serta kebutuhan para peneliti, khususnya peneliti muda Indonesia. Program ini dirancang bersama konsultan program Beth MacDonald dan Dr. Mizan Bisri serta menggandeng 2 perusahaan dari Eropa, Fraendi dan RQ Genesis untuk merespons kebutuhan tersebut, khususnya di aspek pengembangan kapasitas kepemimpinan,” paparnya.

Dewi menjelaskan, pemilihan Rizky sebagai peserta didasarkan atas kesesuaian kriteria seleksi yang ditetapkan The Conversation Indonesia. Secara umum, peserta dipilih berdasarkan penilaian terhadap formulir aplikasi yang dikirimkan pendaftar, hasil storymatcher (seleksi tahap pertama), serta performanya dalam grup observasi (seleksi tahap kedua).

Pada tahap seleksi formulir aplikasi, selain persyaratan administratif, pertimbangan utama penilaian dilihat dari rekam jejak publikasi ilmiah, paten atau bukti keunggulan dalam empat tema penelitian: ilmu kelautan, perubahan iklim, medis dan kesehatan, serta ketahanan masyarakat.

Rizky lolos seleksi ini berdasarkan keunggulan penelitian di bidang medis dan kesehatan.

“Potensi pendaftar juga dilihat dari trajektori karier, portofolio non-ilmiah, serta beberapa aspek lainnya,” imbuh Dewi.

Sementara tahap storymacther, pihaknya menilai pendaftar berdasarkan posisi tahapan perkembangan vertikal yang menjadi acuan The Conversation Indonesia.

“Kami mengutamakan pendaftar yang sudah berada di tahap tertentu untuk kemudian didorong perkembangannya ke tahap selanjutnya,” sambungnya.

Di tahap grup observasi, pendaftar dinilai berdasarkan kemampuan untuk berkolaborasi di tengah kelompok yang beragam, yang ditunjukkan saat sesi grup observasi berlangsung.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini