Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Penemu Teknologi Asal Indonesia yang Namanya Mendunia dan Diakui Internasional

Natalia Bulan , Jurnalis-Selasa, 28 Juni 2022 |10:58 WIB
8 Penemu Teknologi Asal Indonesia yang Namanya Mendunia dan Diakui Internasional
Ilustrasi/Freepik
A
A
A

5. Randall Hartolaksono - Bahan bakar anti-panas dan anti-api

Awalnya, ide yang ia cetuskan ini sempat diremehkan oleh banyak orang.

Namun, pria lulusan University of London ini pantang menyerah dan berusaha merealisasikan idenya untuk menciptakan bahan bakar anti-panas dan anti-api.

Akhirnya, Randall Hartolaksono pun justru dihargai dan diakui oleh perusahaan otomotif dunia seperti Petronas dan Ford.

6. Muhammad Nurhuda - Kompor ramah lingkungan

Muhammad Nurhuda adalah dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB).

Ia sukses menciptakan kompor ramah lingkungan. Saat setelah melakukan pengujian, kompor hasil ciptaan Muhammad Nurhuda menghasilkan limbah di bawah batas minimum yang ditetapkan WHO.

Kompor ramah lingkungannya ini telah menarik perhatian negara-negara Asia Pasifik dan Amerika.

7. Dr. Warsito P. Taruno - Penemu alat pembunuh sel kanker

Dr. Warsito P. Taruno adalah peneliti Indonesia yang pernah berkarier di Shizuoka University, Jepang.

Sepulangnya dari Jepang, ia berniat ingin membantu sang kakak untuk menyintas kanker payudara stadium IV.

Kemudian, ia membuat alat pembunuh sel kanker. Alhasil, tercipta alat terapi yang disebut breast cancer electro capacitive therapy.

8. BJ Habibie

BJ Habibie identik dengan julukan Bapak Teknologi.

Alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen ini menorehkan sejumlah karya besar yang sudah diakui dunia.

Pencapaian pertamanya adalah kelahiran N-250 Gatotkaca, pesawat pertama Indonesia yang melakukan penerbanangan perdana pada 10 Agustus 1995.

Karya besar lainnya adalah Teori Crack Propagation yang merupakan solusi untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi pada badan pesawat.

Bahkan, kontribusi BJ Habibie juga berhasil meringankan bobot pesawat kosong, tanpa berat penumpang, dan bahan bakar hingga 10% dari sebelumnya.

Angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah material komposit dimasukkan ke dalam tubuh pesawat.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement