Share

Kisah Celline, Lulus Sarjana Kedokteran Unair di Usia 19 Tahun, Kini Dapat Beasiswa LPDP di Harvard

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 65 2618102 kisah-celline-lulus-sarjana-kedokteran-unair-di-usia-19-tahun-kini-dapat-beasiswa-lpdp-di-harvard-kmSVzhaUjn.jpeg Maria Celline Wijaya BmED MD wanita berprestasi alumnus Unair/Dok. Unair

JAKARTA - Prestasi gemilang kembali diraih oleh seorang alumnus Universitas Airlangga (Unair) bernama Maria Celline Wijaya BmED MD.

Dikutip dari laman resmi Unair, perempuan yang akrab disapa Celline ini berhasil diterima menjadi mahasiswa Master of Medical Science in Global Health Delivery di Harvard University pada tahun ini.

Tak hanya itu, Celline diterima di Harvard University dengan mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

Celline membagikan cerita perjalanan pendidikannya dan kiat-kiat yang ia lakukan untuk erus menjadi pelajar berprestasi.

Sebelum menjadi mahasiswa Harvard University, Celline pernah menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Prodi Kedokteran Unair di tahun 2013-2017, dalam pendidikannya tersebut ia mendapatkan gelar sarjana kedokteran di usia yang baru menginjak 19 tahun.

“SD sampai SMP aku akselerasi dua kali, jadi hanya butuh waktu empat tahun. Terus, SD aku masuknya tuh di usia lima tahun. Akhirnya aku masuk kuliah itu posisi umur 15 tahun,” terangnya dikutip dari laman resmi Unair, Sabtu (25/6/2022).

Di masa pandemi ini, ketertarikannya di dunia kesehatan semakin besar setelah adanya Covid-19 dan memutuskan untuk mendaftar kuliah jenjang master di luar negeri.

“Aku nyari-nyari. Nah, kebetulan lima kampus untuk public health yang paling bagus di dunia itu ada di Amerika Serikat semua. Akhirnya aku apply di kampus peringkat pertama, kedua, dan ketiga. Tiga-tiganya keterima dan paling cocok yang ada di Harvard,” jelasnya.

Celline juga menceritakan bahwa meski saat ini teah menyandang sebagai seorang ibu, hal tersebut tidak menghambatnya untuk terus berkembang dan menimba ilmu kembali.

Salah satunya dengan mempersiapkan diri untuk studi S3.

Selain itu, ia juga terus menulis dengan mempublikasikan beberapa artikel dan op-eds di media massa, serta mempublikasikan penelitian di jurnal-jurnal interasional.

Tidak hanya itu, Celline menceritakan bahwa ia juga berusaha untuk menyeimbangkan hidupnya dengan berolahraga marathon dan yoga.

“Aku juga lagi fokus ke isu kesetaraan gender dalam pendidikan. Salah satu kegiatan yang aku kembangin adalah membuat beasiswa perempuan kerja sama dengan Kitabisa, serta mentorship program untuk perempuan nantinya,” jelas Celline. Hal ini juga tampak pada kegiatan-kegiatan yang ia bagikan dalam media sosialnya.

Berprestasi di usia muda serta memiliki mimpi besar tentu membutuhkan usaha dan perjuangan yang besar serta kiat-kiat yang telah ia persiapkan dengan matang.

Celline membagikan sejumlah tips dan trik yang bisa dilakukan agar bisa terus berprestasi. Pertama, mencari tujuan.

“Tentukan visi-misi dan tujuan. Misal mau berkarir di bidang apa atau misal mau mendalami bidang studi apa. Setelah menemukan tujuan, yaitu merangkai langkah-langkah untuk mencapai tujuan itu,” ucap Celline.

Terakhir, tips dan trik yang Celline bagikan yaitu harus adanya mindset global yang dimiliki.

Penanaman mindset itu dengan rajin mencari informasi berkaitan dengan kesempatan-kesempatan, baik di media sosial ataupun dari orang yang telah berhasil terlebih dahulu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini